PE Global Terkoreksi Akibat Pelemahan Ekonomi Negara Berkembang

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 16 Oct 2015 19:40 WIB
ekonomi dunia
PE Global Terkoreksi Akibat Pelemahan Ekonomi Negara Berkembang
Gubernur BI Agus Martowardojo. (FOTO ANTARA/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubenur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, pertumbuhan ekonomi global terkoreksi dari sebelumnya 3,3 persen menjadi 3,1 persen. Angka tersebut tentunya lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi dunia yang mencapai 3,4 persen.

"Penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,1 persen, lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2014 sebesar 3,4 persen," ujarnya di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2015).

Dia menambahkan, penurunan tersebut diakibatkan oleh pelemahan ekonomi di negara berkembang. Pasalnya, negara-negara berkembang masih akan mengalami volatilitas yang cukup tinggi.

"Sumber dari pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia itu lebih banyak di negara-negara berkembang. Jadi kita harus memberi perhatian kepada pertumbuhan-pertumbuhan negara berkembang, seperti Brasil, Rusia, Venezuela, dan Afrika Selatan," jelas dia.

Lebih lanjut, masih menurut Agus, pelemahan ekonomi negara berkembang dipicu oleh tekanan harga komoditas yang jatuh sejak awal 2015. Bahkan harga komoditas diperkirakan masih akan terkoreksi turun, sehingga akan berdampak pada negara berkembang.

"Untuk Indonesia kita cukup merasakan tekanan turunnya harga komoditas, tapi sebetulnya Indonesia masih punya variasi komoditas yang beragam. Banyak negara yang ketergantungannya papa komoditasnya mungkin cuma satu atau dua," pungkas dia.


(AHL)