Obama Tunda Penarikan Pasukan, Afghanistan Senang

Fajar Nugraha    •    Jumat, 16 Oct 2015 19:51 WIB
afghanistan
Obama Tunda Penarikan Pasukan, Afghanistan Senang
Pasukan Amerika Serikat (AS) di Afghanistan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kabul: Pemerintah Afghanistan menyambut baik keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk menunda penarikan pasukan.

Presiden Amerika Barack Obama menyatakan ia akan menangguhkan penarikan pasukan militer Amerika dari Afghanistan, yang rencananya dijadwalkan berlangsung tahun depan. Penundaan dilakukan karena kelompok militan Taliban menancapkan kekuatan yang tidak diantisipasi oleh Amerika.

Berbicara di Gedung Putih Kamis (15/10/2015), seperti dilansir VOA Indonesia, Obama mengatakan ia akan mempertahankan jumlah tentara di negara yang dicabik-cabik perang itu 9.800 orang seperti sekarang ini hampir sepanjang tahun 2016, sebelum menguranginya menjadi 5.500 tentara sewaktu ia mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2017.

Presiden Obama mengatakan misi Amerika di Afghanistan akan dilanjutkan pada dua bidang: melatih pasukan Afghanistan dan melancarkan operasi kontrateroris. Ia mengatakan militer Afghanistan masih belum sekuat yang diperlukan, dan bahwa Taliban telah membuat kemajuan di daerah-daerah pedesaan dan dapat melancarkan serangan maut di kota-kota.

Obama tahun lalu berjanji akan menarik seluruh pasukan Amerika dari Afghanistan pada akhir 2016, kecuali satu kontingen kecil beranggotakan 1.000 tentara yang berbasis di Kedutaan Besar Amerika di Kabul. Presiden ke-44 AS itu mengatakan sudah waktunya bagi Amerika untuk membuka babak baru dalam perang yang diluncurkan pada tahun 2001 untuk menanggapi serangan teroris terhadap Amerika.

"Pemerintah Afghansitan menyambut baik keputusan AS untuk memperpanjang kehadiran militernya, hingga 2016," pernyataan pihak Afghanistan, seperti dikutip BBC, Jumat (16/10/2015).

"Langkah ini akan membantu stabilitas di Afghanistan. Tentunya kami akan merespons teror dengan kekuatan penuh," tegas pernyataan itu.

Sementara itu, Taliban Afghanistan menekankan bahwa pendudukan Afghanistan yang dipimpin AS harus diakhiri dalam semua bentuknya, sebuah pemerintahan Islam harus didirikan dan tidak boleh ada campur tangan asing dalam urusan internal Afghanistan.

Taliban mengritik rencana Amerika dan sekutu-sekutunya dari NATO yang dikabarkan akan memperpanjang keberadaan misi militer mereka di Afghanistan setelah tahun 2016.
 


(FJR)

Novanto tak Bisa Gunakan Hak Imunitas DPR

Novanto tak Bisa Gunakan Hak Imunitas DPR

2 hours Ago

Kasus hukum yang menjerat Novanto adalah pidana dan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) an…

BERITA LAINNYA