Tech and Life

Infokost.id Ingin Jadi Bagian Kisah Sukses dari Kos

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 19 Oct 2015 09:52 WIB
tech and life
Infokost.id Ingin Jadi Bagian Kisah Sukses dari Kos
Frandy Wirajaya Sugianto, CEO Infokost.id

Metrotvnews.com: Hunian sebagai kebutuhan pokok manusia tidak hanya menjadi permasalahan masyarakat di kalangan usia mapan. Kebutuhan akan hunian sudah dirasakan bahkan oleh pelajar, terutama mahasiswa.

Faktor sekolah atau universitas yang jauh dari rumah tinggal utama, menjadi alasan terbesar hadirnya kebutuhan hunian sewa jangka panjang. Hal ini serta pertumbuhan jaringan internet yang baik menjadi alasan hadirnya situs penyedia informasi, sekaligus perantara antara pemilik dan pencari hunian, salah satunya adalah Infokost.id.
 
Infokost hadir sebagai salah satu situs yang menyajikan daftar hunian sewa, yang terfokus pada sewa kamar untuk pelajar atau indekos. Jumlah pelajar dan mahasiswa yang besar di Indonesia serta dunia digital yang terus berkembang menjadi alasan kehadiran Infokost.id.



Melalui situsnya, Infokost.id ingin membantu menghadirkan kemudahan bagi pemilik dan pencari kost atau hunian sewa yang sesuai dengan keinginan mereka. Tidak hanya situs, kemudahan ini juga dihadirkan melalui aplikasi mobile, untuk sistem operasi Android. Namun, kemudahan ini baru dapat dirasakan melalui aplikasi Android. Pengguna perangkat bersistem operasi iOS harus sedikit lebih bersabar aplikasinya masih dalam tahap pengembangan.
 
Infokost juga ingin menjadi bagian dari dan mewujudkan banyak kisah sukses yang berawal dari kos. Hal ini disampaikan oleh Frandy Wiranjaya, yang berkenan menyempatkan waktu untuk melayani wawancara bersama Metrotvnews.com, di kantornya, area Slipi, Jakarta Barat.
 
Hal yang menjadi tantangan bagi Infokost.id adalah akurasi data yang tepat dan akurat untuk para pengguna atau yang Infokost.id sebut dengan nama User, terutama pencari kos.


 
“Nah, dalam pengumpulan database ini, pekerjaan field reporting, untuk survei apa segala macam menjadi suatu tantangan yang utama.”

Di awali dengan database sekitar 3000 sampai dengan 4000 unit, Infokost terus memperbesar database. Hingga memasuki tahun kelima, Infokost.id telah menghimpun lebih dari 30.000 database. Penambahan database ini dilakukan oleh Infokost.id dengan bantuan partner lokal, yang disebut Infokost.id sebagai surveyor, untuk memetakan dan mengumpulkan data.

Surveyor ini dinilai Infokost.id lebih mengetahui situasi wilayah yang memiliki banyak hunian yang disewakan.

Untuk menjaga akurasi, Infokost.id juga melakukan audit database setiap dua sampai tiga tahun sekali. Hunian sewa dalam bentuk indekos, disebut Infokost, memiliki waktu ketersediaan yang relatif panjang.
 
“Nah kalo bicara tempat kos seperti kita ketahui, dari masa ke masa umumnya, kecuali tempat itu dijual oleh owner-nya, atau beralih kepemilikan, mungkin itu akan beralih fungsi. Tapi kalo udah menjadi bisnis dari si owner, itu relatif waktunya lebih panjang.”
 
Waktu yang relatif lebih panjang mendukung pergerakan data tidak secepat jual beli rumah. Berbeda dengan jual beli rumah, sewa rumah atau apartemen yang memiliki pergerakan cepat. Karenanya, usia eksistensi data menjadi lebih panjang.
 
Awalnya database Infokost.id, yang sebelumnya bernama Infokost.net, hanya mencakup wilayah Jabodetabek. Kini, Infokost telah merambah kota-kota besar lain seperti Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Denpasar. Tahun depan, Infokost berencana memperbesar cakupan wilayahnya ke pulau Kalimantan dan Sumatera.
 
Selain kos, Infokost.id juga telah merambah hunian sewa berupa villa, untuk daerah dengan pengunjung yang membutuhkan tempat tinggal tetap sementara waktu, seperti di area Bali.
 
Menjadi bagian dari Infokost.id tidaklah sulit, sebab Infokost.id tidak menerapkan syarat khusus bagi pemilik hunian. Infokost.id hanya menentukan syarat bahwa hunian adalah tempat kos. Pada wilayah yang telah lama dikenal memiliki popularitas jumlah sekolah dan universitas banyak, seperti Jabodetabek, pemilik dapat mendaftarkan huniannya.



Pemilik hunian hanya perlu mengakses menu di ujung kanan atas situs untuk mendaftar. Setelah mendaftar, pemilik kos dapat mengisi kategori detilnya. Infokost.id menyediakan kategori pemasangan enam bulan atau satu tahun. Selain untuk pemilik hunian, menu tersebut juga dapat digunakan untuk pencari kos.
 
Infokost.id menyebut, bagi pencari kos yang terdaftar sebagai anggota, dapat menyimpan hunian yang pernah dilihat dan dicari. Hal ini mempermudah pencari kos saat mencari hunian dari daftar yang diminati dari situs atau aplikasi Infokost.id. Aplikasi Infokost.id juga dilengkapi dengan peta, untuk mempermudah pencari kos saat melakukan survei lokasi hunian yang diminati.
 
Infokost.id mencatat jumlah visitor baik dari mobile maupun situs, berkisar sebanyak 500 sampai 600 ribu pengunjung. Jumlah tersebut didominasi oleh pencari kos. Berdasarkan catatan terakhir, jumlah pengunjung dari aplikasi sebanyak 70 persen. Sementara pada tahun 2014, akses dari situs dan mobile masih seimbang. Infokost.id menyebut tren mobile yang meningkat mendukung peningkatan tersebut.
 
Jika pada awal mendapat pendanaan dari Merah Putih Incubator (MPI) yang merupakan bagian dari GDP, Infokost.id kini sudah dapat mencari pendanaannya sendiri melalui model bisnis seperti listing, community engagement dan lainnya. Pendanaan juga didapatkan Infokost.id melalui banner premium. Banner ini bernilai variatif, tergantung dari posisinya dan lama durasi, yaitu satu bulan, dua bulan, bahkan hingga satu tahun.
 
Keberlangsungan Infokost.id tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak, terutama sister company perusahaan ini. Selain itu, Infokost.id juga mendapat dukungan dari Kaskus, serta situs-situs yang pernah menjadi partner dan perusahaan dari grup inkubasi MPI.
 
Infokost.id juga aktif dalam kegiatan marketing berupa acara yang diselenggarakan universitas atau acara olahraga. Salah satunya adalah liga mahasiswa yang dikelola oleh PT Lima atau PT Liga Mahasiswa. Pada liga ini, Infokost.id berperan aktif sebagai sponsor untuk kegiatan olahraga basket, bulutangkis, dan futsal.



Kegiatan marketing lain yang dijalankan Infokost.id adalah gathering dengan anak kos. Awalnya kegiatan ini dilakukan secara intensif, sebanyak dua kali dalam satu bulan. Selain untuk memperkenalkan Infokost.id, kegiatan ini juga sebagai cara perusahaan ini untuk dekat dengan pengguna layanannya. Namun, Infokost menyebut sedang mengalihkan kegiatan offline pada hunian kos, ke acara-acara universitas.
 
Infokost.id menyebut berencana untuk menghadirkan beberapa layanan baru untuk pencari dan pemilik kos. Layanan ini masih mengusung tujuan untuk mempermudah pencari dalam menemukan kost yang sesuai. Namun, saat diwawancarai, Frandy mengaku belum berbagi informasi lebih detil terkait layanan baru ini.
 
Saat ditanya soal aplikasi yang sering digunakannya dalam kehidupan keseharian, Frandy menyebut sering memanfaatkan aplikasi terkait travel, seperti traveloka dan tiket.com. Hal ini, ujar pria yang telah menjabat sebagai CEO Infokost.id selama lima tahun ini, dikarenakan minimnya waktu yang ia miliki. Kemudahan yang ditawarkan aplikasi tersebut dinilai sangat membantunya dalam mencari dan membeli tiket dan keperluan akomodasi lain saat akan bepergian.
 
Selain travel, aplikasi lain yang sering digunakan oleh Frandy adalah LinkedIn dan Facebook. Untuk LinkedIn, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Marketing Manager PT Djarum ini, lebih sering memanfaatkannya untuk mencari kandidat. Selain itu Facebook, mendampingi LinkedIn dimanfaatkannya untuk membaca artikel inspiratif yang dibagikan oleh rekan dan jaringannya.


(MMI)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA