Sean Akhiri World Series dengan Gemilang

Alfa Mandalika    •    Senin, 19 Oct 2015 09:36 WIB
f1sean gelael
Sean Akhiri World Series dengan Gemilang
Sean Gelael. (Foto: Dok. Sean Gelael)

Metrotvnews.com, Jerez: Pembalap Indonesia Sean Gelael berhasil memenuhi ambisi untuk menambah koleksi poin pada balapan terakhir Formula Renault 3.5 World Series musim ini di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu (18/10). Pembalap muda potensial yang membela tim Jagonya Ayam with Carlin itu finis pada posisi kesembilan lewat penampilan terbaik di musim ini.

Dengan tambahan dua poin, Sean mengumpulkan nilai tujuh dari keberhasilan tiga kali finis di posisi 10 besar. Sebelumnya, pembalap berusia 18 tahun itu finis di peringkat kedelapan pada seri kedua di Monako dan menuntaskan balapan di posisi 10 pada seri keenam di Silverstone, Inggris.

Dari ketiga seri tersebut, inilah penampilan terbaik Sean musim ini. Berbeda dengan di Monako dan Inggris yang terbantu faktor keberuntungan, poin di Jerez diraih Sean melalui penampilan yang mengesankan. Ia bahkan punya peluang besar untuk finis di peringkat ketujuh saat memimpin lebih dari 10 detik dari Jazeman Jaafar (Fortec Motorpsorts) dan pembalap Arden Motorsports Egor Orudzhev.

Sayang, itu gagal terwujud setelah safety car (mobil pengaman) masuk lintasan saat lomba tersisa lima menit. Jarak antar pembalap pun kembali mendekat karena mereka tak boleh saling menyusul ketika ada safety car. Sean tak mampu menjaga posisinya dari kejaran Jaafar dan Orudzhev karena tak lagi memiliki kesempatan menggunakan drag reduction system (DRS) untuk menambah laju mobil di lintasan lurus.

“Kesempatan untuk memakai DRS sudah habis. Jadi, saya hanya bisa bertahan di saat-saat terakhir. Meskipun merasa kecewa, saya tetap puas dengan sukses meraih poin di balapan terakhir musim ini,” ungkap putra mantan pereli nasional Ricardo Gelael itu.

Di balapan kedua, Sean memulai lomba di urutan ke-13. Saat kerumunan mobil hendak memasuki tikungan pertama, Sean berhasil lolos dari insiden yang melibatkan tiga mobil sekaligus. Ia pun melejit ke posisi 11 di belakang pembalap Tech 1 Racing Roy Nissany. Dengan kondisi mobil prima dan teknik mengemudi yang lebih baik, Sean dengan mudah menyusul Nissany untuk berada di kelompok 10 besar.

Tak lama kemudian, ia menyalip pembalap Brasil Andre Negrao yang membuatnya naik satu peringkat. Sean lantas berada di posisi ketujuh berkat pit stop yang berlangsung mulus, yakni di kisaran 26 detik. Dengan penggunaan ban baru, ia terus mempertajam catatan waktunya mulai dari 1 menit 37,6 detik hingga dua detik lebih cepat yang membuatnya sukses menjaga jarak cukup jauh dengan para pesaing.

Sayang, masuknya safety car yang kedua kali di lintasan sepanjang 4,7 kilometer itu mengadang kesempatan Sean untuk meraih hasil terbaik musim ini. “Kondisi ini benar-benar mengganggu. Tentu saja saya bersyukur mendapat poin, tetapi akan lebih senang lagi jika finis di posisi ketujuh,” katanya.

Tom Dillmann, pembalap Jagonya Ayam asal Perancis, finis di posisi keenam. Sukses keduanya menghasilkan tambahan 10 angka bagi tim Jagonya Ayam with Carlin. Tim yang disponsori Kentucky Fried Chicken (KFC) Indonesia itu menempati peringkat keenam dalam klasemen akhir tim dengan 129 poin.

Bagi Sean, penampilan gemilang di Jerez menjadi modal positif untuk mengarungi dua seri GP2 di Bahrain dan Abu Dhabi bulan depan yang menjadi ajang terakhir Sean tahun ini. “Saya merasa lebih percaya diri untuk menutup kiprah tahun ini dengan indah,” ujarnya.


(ASM)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA