Surya Paloh: Ada Sejumlah PR Besar yang Perlu Dilakukan NasDem

K. Yudha Wirakusuma    •    Senin, 19 Oct 2015 16:14 WIB
korupsi bansos
Surya Paloh: Ada Sejumlah PR Besar yang Perlu Dilakukan NasDem
Ketua Umum NasDem Surya Paloh--MI/Rommy

Metrotvnews.com, Jakarta: Partai NasDem memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar. PR itu muncul seiring penetapan anggota DPR Patrice Rio Capella menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). NasDem masih memantau kasus yang menjadi perhatian masyarakat itu.

"(Ada) Sejumlah PR besar yang perlu dilakukan NasDem, karena saya mengikuti pekembangan opini yang terjadi di tengah masyarakat. Hampir di seluruh media, cetak, online menaruh pehatian utama, menempatkan berita ini," kata Ketua Umum NasDem Surya Paloh di Gedung DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).

Surya mengatakan, peristiwa yang menimpa fungsionaris parpol dalam kasus korupsi diambil oleh media massa sebagai kekuatan news peg. "Hanya 36 kursi di DPR, kemudian mempunyai kekuatan dan pasti kalian punya catatan. Tidak ada institusi partai resmi yang tidak kena kasus, dan paling hebat NasDem," terang Surya.

Surya menegaskan, ia tidak berbicara kasus ini benar atau salah. Ia menghormati menghargai seutuhnya transparan yang diikuti masyarakat. Sebab, modal partai kepercayaan masyarakat. Kalau bepercayaan berkurang, itu sudah lampu kuning. Tentu lampu kuning tidak boleh dibiarkan.

"Tetapi PR yang besar ini karena dia berhadapan dengan persepsi, tidak hanya fakta. Persepsi ini hukum relativitasnya besar sekali. Hari ini dibilang jelek, bisa saja ke depan satria," terang Surya.

Patrice Rio Capella menjadi tersangka di KPK. Rio diduga menerima janji, hadiah atau gratifikasi dari tersangka Gatot Pudjo Nugroho (GPN) dan Evy Susanti (ES) terkait pengamanan penanganan perkara bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumut atau Kejaksaan Agung.

Rio dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-undang 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi.


(YDH)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA