Jelang Kongres KOI, Pintu Dialog Mulai Terbuka

Ghani Nurcahyadi    •    Senin, 19 Oct 2015 17:14 WIB
olahraga
Jelang Kongres KOI, Pintu Dialog Mulai Terbuka
Ketua KOI Rita Subowo. (Kanan). (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komite Olimpade Indonesia (KOI) mulai membuka pintu dialog dengan 39 anggotanya yang tergabung dalam Tim Koordinasi Anggota (TKA) KOI yang membuat panitia penjaringan bakal calon ketua umum KOI sendiri jelang kongres 31 Oktober mendatang. Pintu dialog itu dibuka setelah KOI menerima TKA yang berkunjung, Senin 19 Oktober.

Anggota KOI yang tergabung dalam TKA datang sekitar pukul 12.00 WIB ke kantor KOI di bilangan Senayan. Tiga anggota Komite Eksekutif KOI, yaitu Hifini Hassan (Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal KOI), Ahmed Solihin (Ketua Komisi Finansial dan Anggaran KOI), dan Ade Lukman (ketua Komisi Sports For All KOI) menerima kedatangan perwakilan TKA KOI.

Ahmed mengatakan, pihaknya membuka pintu dialog karena tidak mau terjadi kebuntuan komunikasi antara KOI dengan anggotanya, “Kalau sudah ada dialog awal ini, ke depannya kami akan lebih mudah menjalin dialog karena kita sudah mengetahui secara jelas. Terlebih menjelang kongres akan ada rapat anggota,” kata Ahmed.

Selain membangun dialog, TKA juga meminta KOI mengubah sejumlah keputusan yang dibuat setelah berakhirnya Rapat Anggota Istimewa KOI pada 28 September lalu yang menjadi awal terbentuknya TKA karena kekecewaan ditutupnya rapat istimewa secara sepihak. Permintaan yang diminta TKA salah satunya pencabutan surat teguran kepada delapan anggota TKA KOI yang berasal dari delapan cabang olahraga.

Kedelapan anggota TKA yang mendapat teguran keras dari KOI ialah Doddy Iswandi (PB PGSI-gulat), Timbul Thomas Lubis (PB Perkemi-kempo), Dasril Anwar (PB Foksi-kabaddi), Anjas Rivai (PB PSTI-sepak takraw), Bambang Rus Effendi (PB IPSI-pencak silat), Yohanna Ambar (PB IODI-dansa), Indra Warga Dalem (PB Perbakin-menembak), dan Hans Nayoan (PB Ikasi-anggar).

Surat Peringatan bernomor 424/KOI/UMM/X/15 bertanggal 12 Oktober 2015, dikeluarkan karena adanya pelanggaran aturan (AD/ART) KOI dengan dibentuknya panitia penjaringan oleh TKA. KOI pun meminta PB/PP terkait untuk menarik dukungannya kepada TKA dengan ancaman pemberhentian sementara statusnya sebagai anggota KOI.

“KOI seharusnya tidak bisa mengambil keputusan yang bersifat strategis seperti ini karena status kepengurusannya merupakan perpanjangan dari April hingga Oktober. Jadi, kami meminta kepada Komite Eksekutif KOI untuk mencabut surat peringatan dan teguran itu karena semangat olahraga adalah persahabatan,” kata Doddy yang menjadi ketua TKA KOI.

Doddy menegaskan, pihaknya siap menempuh jalur kompromi dengan KOI untuk menyudahi kesan adanya konflik di tubuh KOI, “Padahal sebenarnya tidak ada, kami masih menganggap ibu Rita Subowo sebagai ketua KOI yang kami hormati. Kami siap berdialog dan kalau kami yang salah, kami akan sportif untuk mengakui kesalahan kami,” urainya. (Media Indonesia/Ghani Nurcahyadi)


(ACF)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

8 minutes Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA