HT: Paket Kebijakan Tak Akan Kembalikan Ekonomi Indonesia Seperti Dulu

Husen Miftahudin    •    Senin, 19 Oct 2015 17:47 WIB
ekonomi indonesia
HT: Paket Kebijakan Tak Akan Kembalikan Ekonomi Indonesia Seperti Dulu
Chief Executive Officer (CEO) MNC Group, Hary Tanoesoedibjo. MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah dapat membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih baik. Namun menurut dia, paket kebijakan tersebut tak akan mengembalikan perekonomian Indonesia seperti semula.

"Jadi yang perlu digarisbawahi adalah ekonomi Indonesia ini bisa cepat membaik. Membaik itu bukan berarti pulih seperti dulu karena banyak faktor yang mempengaruhi secara negatif seperti kondisi ekonomi global dan lain-lain," ujar Hary ditemui di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015).

HT, sapaan Hary, meminta agar pemerintah terus menggalakkan investasi, baik dari pemerintah sendiri, swasta, maupun asing. Selain itu, juga harus mempercepat kerja pemerintah dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun, HT memiliki beberapa catatan dalam upaya pemerintah untuk menggairahkan perekonomian dalam negeri. Pertama, sebut dia, pemerintah harus mengimbangi antara peningkatan daya beli masyarakat dengan peningkatan pendapatan.

"Pemerintah menurunkan BBM itu bagus dalam meningkatkan daya beli masyarakat, tapi itu hanya sesaat, setelah itu harus ada tindaklanjutnya. Tapi juga harus dicatat, peningkatan daya beli itu juga perlu diimbangi dengan antara lain peningkatan pendapatan. Kalau biaya turun itu hanya sesaat dan tidak bisa terus menerus, masa turun terus kan nggak bisa, makanya perlu peningkatan pendapatan masyarakat," paparnya.

HT yang juga Ketua Umum Partai Perindo juga memberi catatan pada upaya pemerintah dalam meningkatkan investasi. Ia menyarankan agar pemerintah memangkas habis peraturan yang menghambat investasi agar investasi yang masuk ke Indonesia lebih besar.

"Harusnya kalau menurut saya itu lebih baik ke implementasinya. Konteksnya sudah benar, implementasinya yang harus kita lihat," pungkas HT.






(SAW)