Pemerintah Perlu Perbaiki Teamwork di Kabinet

Damar Iradat    •    Senin, 19 Oct 2015 18:31 WIB
jokowi-jk
Pemerintah Perlu Perbaiki <i>Teamwork</i> di Kabinet
Kabinet Kerja Jokowi-JK,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Pola komunikasi antarpejabat pemerintah perlu dibenahi. Hal tersebut untuk membangun kerja sama antarmenteri agar berhasil membangun bangsa.

Ketua Forum Pemred Suryopratomo menegaskan, kunci keberhasilan membangun sebuah negara terletak pada kerja sama antarmenteri dalam jajaran kabinet. Ini yang masih belum ditemukan dalam Kabinet Kerja.

"Kami melihat bahwa kunci dari keberhasilan pembangunan (negara) terletak pada teamwork," kata Suryopratomo di Kantor Forum Pemred, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (19/10/2015).

Menurut pria yang akrab disapa Tommy itu, kelemahan pemerintah saat ini terletak pada hal mendasar tersebut. Akibatnya, mudah terjadi friksi dan intrik di internal kabinet.

"Kelemahan kita itu, betapa mudahnya masuk intrik. Itulah kenapa pemerintah tidak mampu membangun teamwork. Ada upaya menjauhkan RI 1 dan RI 2," lanjutnya.

Agar hal tersebut tidak semakin memburuk, Forum Pemred mendesak Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla segera saling percaya satu sama lain. Hal yang mereka perlihatkan selama masa kampanye Pemilu Presiden 2014.

"Karena itu kita tekankan Presiden dan Wapres bangun teamwork dan saling percaya. Kalau mereka membangun dwi tunggal, kita bisa mencapai perkembangan lebih baik," kata Direktur Pemberitaan Metro TV itu.

Salah satu untuk membangun teamwork yang baik yakni dengan cara me-reshuffle jajaran kabinet. Reshuffle pertama yang dilakukan Agustus lalu dinilai tidak berhasil.

"Reshuffle harus mengarah ke perbaikan kinerja pemerintah. Yang pertama tidak menghasilkan tim yang lebih solid. Malah ada pertentangan menteri kabinet," tegasnya.

Seperti diketahui kegaduhan di dalam pemerintah terjadi saat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli yang baru ditunjuk Agustus lalu dengan pernyataannya yang dinilai pesimis terkait proyek 35 ribu megawatt. Bahkan, komentar Rizal sempat memicu ketegangan di dalam kabinet, bahkan komentar Menteri Keuangan di era Presiden Abdurahman Wahid ini membuat Wapres JK geram.


(MBM)