Kasus Persiba, Hakim Tipikor Yogyakarta Diadukan ke KY

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 19 Oct 2015 20:26 WIB
kasus korupsi
Kasus Persiba, Hakim Tipikor Yogyakarta Diadukan ke KY
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Yogyakarta, Tri Wahyu, akan mengadukan Esther Megaris Sitorus, salah satu hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta, ke Komisi Yudisial. Aduan itu dilakukan terkait persidangan kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul.

ICM bersama Koalisi Antikorupsi Yogyakarta tak puas dengan dissenting opinion Esther saat persidangan kasus Persiba, 13 Oktober lalu. "Kami mendapatkan bocoran sebelum putusan. (Hakim) Esther akan kami laporkan ke KY," kata Tri Wahyu, di Kantor Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Yogyakarta, Senin (19/10/2015).

Dalam sidang vonis kasus Persiba beberapa waktu lalu, hakim Esther menyatakan perbuatan hukum para terdakwa, yakni Maryani dan Dahono, masuk dalam ranah hukum perdata. Hal itu berbeda dengan pendapat hakim lain, yakni Samsul Hadi yang menyatakan kasus itu masuk dalam ranah pidana.

Dalam laporannya, Tri akan mempertanyatakan ke KY, dari 10 kode etik hakim, mana yang diduga tidak dipatuhi Esther. "Jika putusan bocor, ini tidak profesional. Membahayakan independensi hakim," ucapnya.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta yang dipimpin Barita Saragih memvonis bersalah dua terdakwa kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul, yakni Maryani dan Dahono, 13 Oktober, lalu. Mereka didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Ayat 1 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Oleh majelis hakim, Maryani dijatuhi vonis pidana satu tahun enam bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan. Selain itu, Maryani diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp230 juta. Dahono juga dijatuhi hukuman yang sama dengan Maryani.


(UWA)