Pertamina Tingkatkan Kontribusi sebagai Perusahaan Minyak Nasional

Annisa ayu artanti    •    Senin, 19 Oct 2015 20:56 WIB
pertamina
Pertamina Tingkatkan Kontribusi sebagai Perusahaan Minyak Nasional
Pertamina. MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyatakan perseroan tengah mengupayakan peningkatan kontribusi sebagai perusahaan minyak nasional dalam pemenuhan infrastruktur dan produksi minyak dan gas nasional, lantaran disinggung oleh salah satu Anggota Komisi VII DPR-RI yang mempertanyakan mengapa porsi kegiatan hulu Pertamina kalah dengan Petronas, Malaysia.

Hal itu dikatakan Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI. Dia mengatakan produksi minyak tahun depan ditargetkan naik tujuh persen dari tahun ini 23 persen. Pada 2019 setelah eksplorasi di Mahakam berjalan, produksi dapat meningkat mencapai 40 persen.

Sementara, untuk produksi gas akan ada tambahan 10 persen setelah Blok yang berlokasi di Kalimantan Timur itu dioperasikannya.

"Tahun depan kita upayakan naik dari 23 persen ke 30 persen dan 2019 dengan adanya own eksplorasi di Mahakam kita bisa capai 40 persen. Kalau Mahakam gas yang kita tambah, ada tambahan 10 prsen," kata Dwi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2015).

Selain itu, Dwi menjelaskan untuk meningkatkan infrastruktur, Pertamina sedang mempersiapkan pengembangan kilang-kilang yakni dengan cara mengupgrade kilang yang ada dan membangun kilang baru. Intinya untuk program kilang ini, Dwi mengungkapkan, Pertamina sedang mencari partner untuk investasi.

"Pengembangan kilang ada dua program, yakni upgrade dan new kilang. Yang prioritas kita lagi cari partnernya agar bisa pikul investasi," jelas Dwi.

Dwi mencontohkan untuk mengupgrade kilang di Balikpapan membutuhkan dana USD5 miliar.  Saat ini, untuk perkembangan kilang tersebut, Dwi mengatakan sedang dalam progress.

"Itu (kilang Balikpapan) sudah sepakat, semua mitra punya dua keinginan, bagaiman aspek join venture dan penguasaan market, jadi prosesnya lama, sama-sama sedang kita pahami. Market sudah fix kalau yang balikpapan lagi on progress," ungkap Dwi.

Kemudian, lanjut Dwi, Saudi Aramco akan bekerja sama membangun kilang baru di Tuban dengan besar investasi Rp16 miliar.

"Saudi Aramco bangun kilang baru di tuban Rp16 miliar, sampai Januari sudah terseleksi partnernya kita harapkan, semoga bisa dilanjutkan ini kan program pemerntah," pungkas dia.

Sebagai informasi, porsi hulu dalam negeri Pertamina masih jauh lebih rendah ketimbang pemain migas lainnya seperti Malaysia, Petronas memiliki hak untuk mendapatkan prioritas penawaran sebesar 38 persen dari seluruh blok PSC. Seluruh royalti minyak sepenuhnya menjadi hak Petronas.



(SAW)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

2 hours Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA