Advokasi Kasus Persiba, Aktivis Antikorupsi Diancam

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 19 Oct 2015 21:41 WIB
kasus korupsi
Advokasi Kasus Persiba, Aktivis Antikorupsi Diancam
Idham Samawi (kiri) saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul, di Pengadilan Tipikor Yogyakarta. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Sejumlah aktivis antikorupsi di Yogyakarta mengaku mendapat intimidasi saat mengawal persidangan kasus korupsi dana hibah Persiba Bantul. Atas intimidasi itu, para aktivis akan mengajukan perlindungan kepada Presiden Joko Widodo, Polri, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Polda Yogyakarta.

"Kami tak ingin ada peristiwa seperti Salim Kancil. Kami ingin memohon perlindungan kepada negara," kata Direktur Indonesia Court Monitoring (ICM) Yogyakarta, Tri Wahyu, di Kantor Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Yogyakarta, Senin (19/10/2015).

Tri menjelaskan, para rekan aktivis itu mendapat intimidasi menjurus ancaman kepada anggota keluarganya. Ancaman itu muncul sepanjang pengawalan persidangan kasus korupsi dana hibah Persiba oleh salah satu elit partai politik di Yogyakarta. "Anda punya istri dan anak, lho Mas," ucap Tri menirukan ancaman yang diterima rekannya.

Tak cuma itu, Tri juga mengatakan ada aktivis yang diancam akan dicegat di perjalanan. "Anda (tinggal di) Pleret (Bantul) ya, awas," kata Tri kembali menirukan ancaman yang lain.

Bagi Tri, ancaman seperti itu biasanya dilakukan pihak yang tidak suka dengan advokasi dalam kasus korupsi Persiba yang selama ini terus dilakukan. Ia berharap, kasus-kasus intimidasi seperti itu tak terjadi dalam pengawalan kasus korupsi di Yogyakarta. "Jangan sampai ada intimidasi dalam kasus seperti ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, kasus korupsi dana hibah Persiba sempat menyerat salah satu elit partai politik, yakni Idham Samawi (IS). Selain menjadi elit politik, IS juga pernah menjabat sebagai Bupati Bantul dan Ketua PSSI Bantul. Selain IS, ada Edy Bowo Nucahyo (EBN) yang tersangkut kasus sama saat menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Bantul. Namun, status tersangka IS dan EBN telah dicabut setelah Kejaksaan Tinggi DIY menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) pada Agustus lalu.

Sementara itu, dua tersangka lain, Maryani yang juga Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri (sebuah perusahaan rekanan) dan bekas Bendahara Persiba, Dahono telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta. Kedunya divonis satu tahun enam bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.


(UWA)

KPK yang Berani Jujur Hebat

KPK yang Berani Jujur Hebat

2 hours Ago

KERJA ekstra keras yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat Setya Novanto dal…

BERITA LAINNYA