Nelayan Perempuan Butuh Perbaikan Nasib

Anggitondi Martaon    •    Selasa, 20 Oct 2015 00:29 WIB
Nelayan Perempuan Butuh Perbaikan Nasib
Ilustrasi nelayan perempuan - ANT/Adeng Bustomi

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Program Badan Eksekutif Solidaritas Perempuan, Puspa Dewi menilai pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang fokus di sektor kemaritiman belum terlihat. Hal itu dibuktikan dengan terbengkalainya nasib nelayan perempuan.‎‎

"Justru kami mempertanyakan kinerja pemerintah tentang nasib nelayan perempuan. Pekerjaan mereka saat ini tidak dianggap sebagai pekerjaan selayaknya," kata Dewi di kantor Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia , Jl Yusuf Adiwinata No.33 Menteng, Jakarta Pusat‎, Senin (19/10/2015).‎

Menurut Dewi, nelayan perempuan juga mempunyai peran penting dalam sektor kelautan di Indonesia. Dia mencontohkan di daerah pesisir pantai Makassar, saat ini produktifitas hasil laut seperti kerang berkurang. Hal ini lantaran 65 nelayan perempuan yang bekerja mencari kerang hanya tersisa empat orang saja.

"Di Cilincing itu terdapat 50 persen nelayan perempuan dan nasib mereka tidak jelas persoalan perlindungan kerja dan segala macamnya," tambahnya.

Selain itu, tidak adanya data mengenai perempuan yang bekerja sebagai nelayan juga sangat disayangkan oleh Solidaritas Perempuan. Karena itu dirinya meminta pemerintah agar dapat menyediakan data nelayan perempuan dan wanita pekerja secara umum, agar kesejahteraan pekerja perempuan dapat terdeteksi dengan baik
(REN)