Setahun 'Perang' Lovers vs Haters Jokowi

Coki Lubis    •    Selasa, 20 Oct 2015 00:56 WIB
jokowi-jk
Setahun 'Perang' Lovers vs Haters Jokowi

Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya partisipasi masyarakat dalam Pilpres 2014 dapat dilihat dari 'perang' linimasa antar kubu pendukung masing-masing kontestannya. Sedemikian tingginya, bahkan hingga setahun setelahnya belum benar-benar tercapai gencatan senjata, apalagi perdamaian.

Sejak jauh hari sebelum masa kampanye Pilpres 2014 dimulai, linimasa media sosial hampir dipenuhi postingan dukung-mendukung. Kampanye, buzzer, komentar baik tertulis maupun berbentuk meme dan ekspresi sosial politik lainnya di dunia maya bermunculan. 

Sangat disayangkan aksi dukung dan promosi jagoan  masing-masing ini tenggelam dalam derasnya aksi ejek. Bahkan tidak jarang yang muncul adalah black campaign dari 'kelompok garis keras' masing-masing capres.

Pendukung Prabowo melekatkan nama pasukan nasi kotak (panastak) kepada akun-akun pendukung Jokowi. Sebaliknya para pendukung Prabowo diistilahkan sebagai pasukan nasi bungkus (panasbung) oleh pendukung Jokowi.

Perang Tagar

Setelah resmi Jokowi yang memenangkan Pilpres 2014 resmi menjabat sebagai Presiden RI, tensi tinggi ini tidak serta merta mereda. Bukan lagi soal aksi dukung yang mengobarkan api perang, melainkan kritikan dan kecaman.

Pendukung Jokowi menganggap para pengeritik pemerintah adalah para pendukung Prabowo di masa pilpres, sebagai pengganggu jalannya pemerintahan. Para pendukung pun melekatkan istilah haters bagi mereka yang mengritik. Sementara para pendukung sendiri melekatkan istilah pecinta Jokowi atau "Lovers" bagi kalangannya.

Hingga satu tahun pemerintahan Jokowi berjalan, perang Lovers versus Haters masih berkobar. Tak dapat dipungkiri turut mewarnai jalannya roda pemerintahan. Medan pertempuran perang urat syaraf ini masih sama, yakni, di media sosial.

Perang urat syaraf Lovers vs Haters semakin hebat seiring dinamika politik dan ekonomi nasional. Haters agresif dengan mengarahkan sindiran dan kritikan yang mengarah delegetimasi Jokowi, salah satunya sindiran dengan tagar #BukanUrusanSaya. Haters menilai Jokowi gagal di berbagai bidang.

Sejumlah tagar pun muncul dan berturut-turut menjadi Trending Topic di linimasa Twitter Indonesia saat Rupiah melemah terhadap Dolar AS hingga mendekati Rp 15.000. Tagar-tagar itu di antaranya, #JokowiTurunDolarTurun, #JokowiTurunRupiahPulih, #HandsUpJokowi, #SudahlahJokowi hingga terakhir, sehari sebelum Jokowi genap setahun, Senin, 19 Oktober 2015, #JokowiJKSetahunGagal puncaki Trending Topic Indonesia.

Tentu aksi ini membuat geram Lovers. Lovers secara keras menuding salah satu partai yang saat ini beroposisi dengan pemerintah, ada di balik penggembosan Jokowi di media sosial ini. Lovers menyebutnya melakukan operasi hashtag (tagar) dengan memanfaatkan Haters.

Untuk melenyapkan tagar-tagar bersentimen negatif terhadap Jokowi itu bercokol di jajaran trending topic, Lovers pun melakukan aksi yang sama dengan menggenjot tagar dan meme tandingan mendukung pemerintahan Jokowi. Alhasil, terjadilah perang tagar di Jajaran Trending Topic sepanjang September dan Oktober 2015 ini. 

Lovers yang Kritis

Seiring berjalannya pemerintahan Jokowi, kabar suasana kurang mesra di lingkungan Kabinet Kerja membuat sejumlah Lovers pun angkat bicara dan mulai kritis. Lovers yang dahulu relawan Jokowi tampaknya mulai gerah dan geregetan dengan sejumlah pejabat yang dianggap berseberangan dengan Presiden, karena programnya dinilai melenceng dari Nawacita yang digembar-gemborkan sang pujaan.

Bukan hanya sekadar tuduhan berseberangan, bahkan Lovers yang aktif di organisasi relawan pendukung Jokowi terang-terangan berunjuk rasa dan mendesak pencopotan sejumlah menteri dan pejabat. Di antaranya Meneg BUMN Rini Sumarno yang diminta dicopot, Menkominfo Rudiantara yang dinilai tidak nurut Presiden dan tidak menjalani fungsi humas pemerintah, hingga desakan agar Gubernur BI mundur.

Namun, terlepas dari itu semua, Lovers yang kritis ini mengubah warna bagi sosok pecinta Jokowi. Mereka yang sebelumnya fanatik, penokohan semata dan sekadar jadi benteng kebijakan presiden, kini menjadi Lovers yang juga ditakuti oleh para menteri, bila programnya melenceng dari janji-janji kampanye Jokowi. 
 


(LHE)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

19 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA