Penenggelaman Kapal Dinilai Belum Bawa Kesejahteraan Nelayan Tradisional

Anggitondi Martaon    •    Selasa, 20 Oct 2015 04:38 WIB
jokowinelayan
Penenggelaman Kapal Dinilai Belum Bawa Kesejahteraan Nelayan Tradisional
Penenggelaman kapal asal Thailand di Teluk Ambon, 21 Desember 2014, karena mencuri ikan di perairan Indonesia, sumber foto: MI/ Hamdi Jempot

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik menilai langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal asing yang melaut tanpa izin di perairan Indonesia, belum membawa pengaruh signifikan bagi kesejahteraan nelayan tradisional Indonesia.

"Saya melihat belum ada pengaruh signifikan bagi nelayan tradisional di Indonesia ya. Soalnya, perbandingannya (jumlah kapal asing,red) cukup jauh dengan yang masih lalu lalang sampai saat ini," ujar Damanik di Kantor KNTI, Yusuf Adiwinata No.33 Menteng, Jakarta Pusat‎, Senin (19/10/2015).

Sampai saat ini kata Damanik, Nelayan hanya bisa pasrah ketika melihat kapal asing bermuatan besar melintas. Bukan hal yang aneh ketika nelayan kecil seringkali mendapatkan tangkapan yang minim akibat kapal asing yang bermuatan besar tersebut.

Damanik juga mempertanyakan ‎jumlah uang negara yang sudah kembali akibat pencurian ikan yang dilakukan oleh pelaku ilegal fishing. Dirinya menegaskan jangan sampai penindakan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya menenggelamkan kapal dan pelaku ilegal fishing tidak dikenakan denda.

"Sudah tahu kesalahannya, sudah tahu kerugiannya, sudah tahu siapa saja pencurinya, kapalnya, dan lain-lain. Tapi berapa yang sudah membayar denda? Kan ada aturannya harus membayar sekian, misalnya," tegas dia.

Dia juga meminta agar moratorium tentang zona laut tahap dua yang hampir selesai perlu dipertimbangkan arah kebijakan selanjutnya. Meski TNI AL, Kepolisian, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah bergerak mengatasi hal tersebut sebelumnya.

"Saat ini kapal di ZEE mencapai 3.000 unit. Kalau 4000 saja sudah sepi apalagi 3000? Strategi seharusnya dibenahi lagi. Agar masyarakat nelayan berdaulat di negeri sendiri," ujar dia.


(REN)

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

Istri Novanto akan Diperiksa Besok

32 minutes Ago

Rencananya, Deisti akan diperiksa, besok, Senin, 20 November 2017.

BERITA LAINNYA