Ada Potensi Investor Beralih ke Mata Uang Paman Sam

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Oct 2015 09:21 WIB
kurs rupiah
Ada Potensi Investor Beralih ke Mata Uang Paman Sam
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Melemahnya sejumlah data Tiongkok, seperti laju GDP dan industrial production memberikan imbas negatif pada laju mata uang Asia, khususnya laju mata uang rupiah yang masih melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS (USD).

"Pelemahan data Tiongkok berimbas besar ke rupiah yang mengalami pelemahan lanjutan," ujar Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com‎, Selasa (20/10/2015).

Dari sisi lain, kata Reza, pelemahan ini turut terimbas pelemahan sejumlah harga minyak mentah dunia setelah merespons data-data dari Tiongkok. Dengan pelemahan tersebut, memberikan ruang bagi USD untuk dapat terlihat lebih menguat.

Berdasarkan data yang diperoleh laju indeks USD-JPY, USD-CNY, USD-CHF, dan beberapa lainnya mengalami pelemahan, seiring mulai berkurangnya data dorongan beli.

Sebelumnya sudah dikatakan, mulai adanya pembalikan arah dikhawatirkan dapat memberikan peluang kembali terjadinya pelemahan. Pelaku pasar dimungkinkan akan kembali melepas rupiah dan kembali beralih ke USD mengingat penurunan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Meski pelemahan mulai terbatas, tapi Reza menekankan, pelaku pasar kembali dimungkinkan akan melepas Rupiah dan kembali beralih ke USD seiring kurang baiknya data-data di Asia khususnya Tiongkok.

"Dalam satu hari ini laju Rupiah akan berada di level Rp13.578-Rp13.580 per USD (kurs tengah BI)," tutup dia.


(AHL)

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

MKD Tunda Pembahasan Nasib Novanto di DPR

4 hours Ago

Salah satu yang akan dibahas dalam rapat MKD itu adalah status Setya Novanto sebagai kasus koru…

BERITA LAINNYA