Pemerintah Berencana Izinkan Investasi Asing Masuk Industri Film

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 20 Oct 2015 10:15 WIB
investasi asing
Pemerintah Berencana Izinkan Investasi Asing Masuk Industri Film
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (tengah). (FOTO: ANTARA/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) Triawan Munaf mengatakan, pemerintah berencana mengizinkan investasi asing untuk mengembangkan industri perfilman. Akan tetapi, harus ada aturan jelas terkait perizinan tersebut.

"Apa akan dibuka langsung 100 persen atau 50 persen, lalu syaratnya apa saja, ini yang harus ditelaah," kata Triawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2015) malam.

Dirinya menambahkan, saat ini industri film 100 persen tertutup untuk investasi asing, kecuali jasa teknik. Sementara sisanya tidak diperbolehkan termasuk kepemilikan asing untuk gedung bioskop, production house, dan perusahaan distribusi film nasional atau internasional di Indonesia.

"Film 100 persen ditutup kecuali jasa teknik, lainnya produksi, distribusi, eksibisi masih ditutup. Itu harus dilihat, apakah mau dibuka berapa untuk mendorong lebih banyak layar bioskop. Karena layar bioskop sekarang hanya 1.050, kita ingin percepat kalau bisa 5.000 dan 20 ribu layar," terang dia.

Lebih lanjut, dirinya meminta dukungan berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong kemajuan industri perfilman nasional. Termasuk penegakan hukum yang berkaitan dengan aksi pembajakan film.

"Misal soal pembajakan melalui compact disk (CD), Kementerian Perindustrian punya data dari pabrik CD kosong, tinggal dicek oleh kepolisian digunakan untuk apa? Ini butuh koordinasi Kemenko," pungkasnya.


(AHL)