Ajukan Praperadilan, Rio Capella Tak Penuhi Panggilan KPK

Yogi Bayu Aji    •    Selasa, 20 Oct 2015 11:44 WIB
gratifikasi bansos sumut
Ajukan Praperadilan, Rio Capella Tak Penuhi Panggilan KPK
Mantan Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem) Patrice Rio Capella (kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/10).--Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Anggota DPR Patrice Rio Capella tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia beralasan sudah mengajukan praperadilan.

"Rio tidak hadir karena kami sudah mengajukan permohonan praperadilan," kata Maqdir Ismail, pengacara Patrice Rio di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).

Menurut dia, permohonan praperadilan sudah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin 19 Oktober kemarin. Maqdir sudah menyampaikan surat pemberitahuan pengajuan permohonan praperadilan ke lembaga antikorupsi.

Maqdir menjelaskan, salah satu yang dipermasalahkannya adalah kewenangan KPK dalam penetapan status Rio Capella. Pasalnya, kata dia, hal ini bertentangan dengan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Pasal 11 diketahui mencantumkan soal kewenangan KPK dalam penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan dalam menangani tindak pidana korupsi. Ada tiga poin yang harus dipenuhi lembaga antikorupsi.

"(a) melibatkan aparat penegak hukum,  penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara, (b) mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat, dan/atau (c) menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp1 miliar. Jika syarat ini tidak terpenuhi, maka KPK tidak berwenang untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan atas suatu perkara," jelas Maqdir.

KPK, jelas dia, tak memenuhi persyaratan dalam menjerat mantan Sekjen NasDem seperti yang ada dalam pasal 11. "Bahwa harus ada keresahan masyarakat sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kemudian ada kerugian keuangan negara sampai Rp1 M. Ini yang tidak ada,"  jelas dia.

Patrice Rio diketahui terjerat kasus dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dia dijadwalkan diperiksa KPK hari ini.

(Baca: Patrice Rio Capella Jadi Tersangka di KPK)

Dalam kasus ini, lembaga antirasuah sudah  menjerat Rio Capella, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya Evy Susanti sebagai tersangka dalam kasus. Rio Capella diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp200 juta dari Gatot serta Evy.

Rio Capella disangka melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara, Gatot Pujo dan Evy disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a, huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(MBM)

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

2 Politikus Golkar Kirim Karangan Bunga untuk Novanto

1 hour Ago

Teranyar, karangan bunga datang dari dua politisi Golkar, Bambang Soesatyo dan Muhammad Misbakh…

BERITA LAINNYA