Menakar Kesehatan Lewat Produk Asuransi

Angga Bratadharma    •    Selasa, 20 Oct 2015 12:30 WIB
analisa ekonomi
Menakar Kesehatan Lewat Produk Asuransi
Ilustrasi asuransi kesehatan (Foto: Dok Brighterlife.co.id)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bagi sebagian karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan besar di Indonesia, mungkin sangat menikmati adanya berbagai macam fasilitas yang diberikan oleh perusahaan. Fasilitas itu bisa berupa pinjaman lunak untuk perumahan atau mobil dengan suku bunga rendah maupun fasilitas asuransi kesehatan, yang mencakup rawat inap dan rawat jalan.

Di zaman sekarang ini, kebutuhan akan asuransi kesehatan memang sangat penting mengingat pola hidup masyarakat mulai tidak teratur dan pola makan yang mulai tidak memikirkan sehat atau tidaknya makanan yang masuk ke dalam tubuh. Pada sisi lain, semakin meningkatnya biaya kesehatan perlu menjadi perhatian tersendiri.

Patut disyukuri bagi mereka yang dalam pekerjaannya diberikan fasilitas asuransi kesehatan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Sebab, dengan asuransi kesehatan maka risiko penyakit yang datang dan berdampak pada tergerusnya uang akibat membengkaknya biaya kesehatan bisa diminimalkan.

Meski sudah memiliki asuransi kesehatan yang diberikan oleh perusahaan, namun pertanyaannya adalah masih perlukah asuransi kesehatan dimiliki secara pribadi? Pertanyaan ini tidak jarang dijawab oleh sebagian besar pegawai kantoran tidak perlu dengan alasan sudah memiliki asuransi kesehatan dari perusahaan di mana ia bekerja.

Selain itu, para pekerja biasanya tidak menginginkan adanya pembayaran dua kali dalam asuransi kesehatan, meski asuransi kesehatan sudah ditanggung pembayaran preminya oleh perusahaan. Sehingga, para pekerja biasanya menunggu masa kerja habis dan tinggal membayar asuransi kesehatan milik pribadi ketika sudah tidak bekerja lagi.

Tidak hanya itu, para pekerja juga biasanya berpikir bahwa asuransi kesehatan milik pribadi sebaiknya dimiliki ketika masa pensiun tiba. Padahal, cara berpikir ini tidak sepenuhnya benar sebab ada risiko membayar premi lebih besar karena saat pensiun umur seseorang sudah memasuki fase 60-an.

Perlu diketahui, tingkat pembayaran premi asuransi kesehatan bagi mereka yang masih berusia 20 tahun sampai 30 tahun biasanya tidak terlalu mahal bila dibandingkan pembayaran premi bagi mereka yang sudah berusia 50 tahun sampai 60 tahun ke atas. Hal ini terjadi karena kerentanan usia 50 tahun sampai 60 tahun ke atas untuk terjangkit suatu penyakit lebih tinggi.

Semakin bertambah usia maka premi yang harus dibayarkan akan semakin mahal. Bahkan, pembayaran premi bisa jauh semakin mahal bila keadaan seseorang sudah terjangkit suatu penyakit yang parah. Tidak jarang bila sudah sangat parah akan sangat sulit diterima dalam program asuransi kesehatan.

Memiliki asuransi kesehatan juga erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan, utamanya dalam mengelola keuangan untuk kesehatan. Jika seseorang benar-benar bermimpi memiliki hidup lebih baik, ini saatnya untuk menilik kembali kondisi keuangan. Karena seperti tubuh maka keuangan pun memiliki kriteria tertentu untuk bisa dikatakan sehat.

Jika dalam aspek ini sudah ada kesadaran dan hendak memiliki produk asuransi kesehatan pribadi maka yang perlu ditekankan adalah jangan sampai salah memilih perusahaan asuransi. Di Indonesia terdapat begitu banyak perusahaan asuransi yang terpercaya dan memang memiliki keahlian dibidangnya. Terpenting adalah memegang izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sun Life Financial Indonesia, misalnya, sudah sejak 1995 menyediakan berbagai macam produk proteksi dan pengelolaan kekayaan, termasuk asuransi jiwa, pendidikan, kesehatan, dan perencanaan hari tua. Perusahaan yang sekarang ini dipimpin oleh perempuan pertama yang berasal dari Indonesia, yakni Elin Waty terus menancapkan eksistensinya di dunia asuransi.

Untuk produk asuransi kesehatan, Sun Life Financial Indonesia telah meluncurkan produk baru bagi segmen menengah ke atas yaitu Sun Medical Platinum.

Namun, bagi mereka yang tidak ingin memiliki asuransi kesehatan pribadi lewat perusahaan swasta maka tidak ada salahnya memiliki asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh pemerintah, yakni melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. BPJS Kesehatan menawarkan asuransi kesehatan dengan premi yang jauh lebih terjangkau.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membeli produk asuransi kesehatan, utamanya bagi mereka yang baru pertama kali membelinya. Pertama, berkonsultasilah dengan orang yang sudah paham asuransi. Bisa berkonsultasi dengan perencanaan keuangan atau agen asuransi yang terpercaya. Jangan sampai membeli hanya karena rayuan dan tidak sesuai kebutuhan.

Kedua, pahami terlebih dahulu mengapa membutuhkan asuransi kesehatan. Biasanya seseorang memerlukan asuransi kesehatan karena ada kebutuhan-kebutuhan tertentu sehingga jangan sampai berlebihan atau kekurangan dalam produk asuransi kesehatan. Ketiga, carilah jenis polis yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan.

Keempat, carilah perusahaan asuransi yang berkuaitas dan terpercaya sehingga premi yang disetorkan memang bisa dimanfaatkan untuk mengantisipasi ketika datangnya suatu penyakit. Jangan segan mencari tahu  perusahaan asuransi mana yang baik dan berkualitas, baik lewat media, laporan keuangan, maupun website perusahaan terkait.


(ABD)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

2 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA