Dua Mahasiswa Tewas saat Diklatsar, Panitia Mengaku Kecolongan

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Selasa, 20 Oct 2015 14:30 WIB
meninggal dunia
Dua Mahasiswa Tewas saat Diklatsar, Panitia Mengaku Kecolongan
Suasana di UIN Sunan Ampel, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Panitia Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, mengaku kecolongan atas kematian dua mahasiswa dalam kegiatan diklatsar. Sebab, kedua mahasiswa itu melampirkan surat keterangan sehat dari dokter sebelum mengikuti kegiatan tersebut.

"Sudah ada surat keterangan dokternya lengkap. Tidak memiliki penyakit dan dinyatakan sehat," kata mahasiswa berinisial Sa yang terlibat dalam panitia Diklatsar Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (Mapalsa) di Surabaya, Selasa (20/10/2015).

Sa mengakui kegiatan itu membutuhkan kesehatan fisik dan mental yang kuat. Bila tidak, nyawa peserta bisa menjadi taruhan. Salah satu materi diklatsar yaitu survival yaitu kekuatan bertahan hidup.

"Kalau mengatakan riwayat penyakit atau pernah sakit pasti latihannya akan dibedakan dengan peserta lainnya," terang mahasiswa semester V itu.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Abdul A'la akan mengevaluasi organisasi kampus dan kegiatan tersebut. Rektor akan mengambil sikap bila menemukan indikasi yang menyalahi prosedur.

"Sampai saat ini anak-anak (Mapalsa, Red) sudah melaksanakan pelatihan sesuai prosedur. Tapi, kami akan tetap mendalaminya untuk mengetahui kebenarannya," ujar Guru Besar Sejarah Islam itu.

Dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya tewas saat mengikuti Diklatsar Mapala di Wana Wisata RPH, Dusun Bekur, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 19 peserta berangkat dari kampus UIN Sunan Ampel Surabaya Rabu (14/10/2015).

(Baca: Dua Mahasiswa Pecinta Alam UIN Surabaya Tewas saat Diklat)

Rencananya mereka akan menggelar diklatsar hingga Minggu (18/10/2015). Namun, pada Sabtu (17/10/2015) Yudi Akbar Rizky, 18, mahasiswa semester I Fakultas Psikologi dan Kesehatan dan Lutfi Rahmawati, 19, mahasiswa Fakultas Matematika dan Saintek dinyatakan meninggal di lokasi diklatsar.
 


(RRN)