BI Rate Seharusnya Bisa Segera Diturunkan

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 20 Oct 2015 14:39 WIB
bi rate
BI Rate Seharusnya Bisa Segera Diturunkan
Ilustrasi Gedung BI. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Guru Besar Cornell University, Iwan Jaya Azis mengatakan, kebijakan menahan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) memang memiliki dampak positif untuk menahan arus modal keluar. Namun, kondisi tersebut justru memiliki dampak buruk terhadap perbankan nasional.

"Sekilas dampaknya positif karena mencegah modal keluar. Tapi 15 tahun lalu kalau dilihat balance sheet bank-bank di Indonesia kredit itu yang paling besar, enggak ada yang namanya sekuritas," ujarnya di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2015).

Dirinya menambahkan, dengan banyaknya bond government banyak yang dipegang oleh perbankan seperti sekarang ini, akibatnya sekuritas juga diperhitungkan laba yang diterima bank selain dari penyaluran kredit.

"Kalau tingkat bunga dinaikkan, maka yield tinggi. Tapi kalau BI rate turun nanti hasil yield bonds juga turun. Ini akan berdampak ke margin laba mereka (bank)," jelas dia.

Oleh karena itu, masih menurut Iwan, penurunan BI rate oleh otoritas moneter tersebut menjadi sebuah keharusan. Meskipun memiliki dampak positif, tetapi penurunan tingkat suku bunga akan lebih berdampak signifikan.

"Kemungkinan dampak tingkat bunga tinggi itu lebih besar dari sekarang. Ada satu lagi, sementara harapan dampak positif cegah uang keluar itu penyebabnya lain. Jadi memang harusnya diturunkan," pungkasnya.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA