Rieke Pertanyakan Jargon 'Kerja, Kerja, Kerja' Jokowi

Githa Farahdina    •    Selasa, 20 Oct 2015 14:41 WIB
1 tahun jokowi-jk
Rieke Pertanyakan Jargon 'Kerja, Kerja, Kerja' Jokowi
Anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Jakarta: Politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka mempertanyakan jargon ‘kerja, kerja, kerja’ yang dikedepankan Presiden Joko Widodo. Pada peringatan 1 tahun pemerintahan Jokowi, Rieke mengkritik kebijakan Jokowi soal upah buruh.
 
"Pertanyaan dasarnya, kalau jargonnya adalah kerja kerja kerja, saya mengatakan kerja di mana? Dan pekerjaan seperti apa? Karena rakyat membutuhkan pekerjaan, rakyat kita bukan orang malas," kata Rieke dalam konferensi pers di Press Room, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
 
Rencana pemerintah mengeluarkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengupahan dinilai memperkuat kebijakan upah murah. Pemerintah dituding menafikan hal penting dalam kondisi ekonomi saat ini.
 
Persoalan upah, menurut Rieke harus dipandang sebagai proteksi negara terhadap rakyat yang bekerja. Apalagi, Desember 2015 Indonesia masuk era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
 
Rieke mengakui diperlukan penguatan industri nasional. Namun, jika persoalan industri didikotomikan penyebabnya adalah carut marut industri Indonesia atau soal upah, maka hal itu salah besar.
 
"Upah itu hanya satu komponen saja. Dalam seluruh skema besar industri bahwa pengupahan harus diperbaiki, iya! Tetapi tidak boleh arahnya upah murah," tegasnya.


(FZN)