Surya Paloh: Kader Partai NasDem Pegang Teguh Aturan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 20 Oct 2015 15:16 WIB
nasdem
Surya Paloh: Kader Partai NasDem Pegang Teguh Aturan
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat difoto di kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta, Selasa (18/8/2015).--Foto: MI/Immanuel Antonius

Metrotvnews.com, Jakarta: Akibat tersangkut kasus korupsi bantuan sosial (bansus) Provinsi Sumatera Utara, Patrice Rio Capella mengundurkan diri dari posisi Sekjen DPP Partai NasDem. Di samping itu, Rio Capella juga menyatakan keluar dari keanggotaan NasDem.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan, para kader partai sangat memegang teguh code of conduct (aturan) yang ada di partai. Hal ini karena Partai NasDem menjunjung tinggi budaya malu pada tindakan korupsi.

"Ada niat yang kami ingin kembangkan, yakni budaya malu. Karena ada hal yang paling mendasar dan sejak awal NasDem sudah ada code of conduct-nya. Jadi mengundurkan diri atau diberhentikan. Dia (Rio) keluar karena code of conduct, dalam waktu setengah jam dia dengan kesadaran sendiri mundur," ujar Surya dalam pertemuannya dengan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Jalan Matraman Raya No 32B, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2015).

Ia menambahkan, tindakan korupsi merupakan alarm bagi partai untuk kembali membina kadernya agar tak terjerumus. Peran partai politik merupakan pilar utama dalam sistem demokrasi bangsa dalam menjunjung tinggi pemberantasan korupsi.

"Tindakan korupsi dari kader partai menjadi sinyalemen bahwa partai politik dalam keadaan lemah. Ini alarm bagi partai politik untuk terus mengingatkan para kader," kata Surya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rio Capella sebagai tersangka karena mantan Sekjen Partai NasDem ini diduga menerima janji, hadiah atau gratifikasi dari tersangka Gatot Pudjo Nugroho (GPN) dan Evy Susanti (ES). Rio dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Pemberantasan Korupsi.


(MBM)