18 Anak Punk dan Gepeng Tergaruk Razia di Tangsel

Arga sumantri    •    Selasa, 20 Oct 2015 15:49 WIB
tangerang selatan
18 Anak Punk dan Gepeng Tergaruk Razia di Tangsel
Anak punk dirazia-----Ant/Wahdi S

Metrotvnews.com, Tangerang: Sebanyak 18 anak punk, gelandangan, dan pengemis (gepeng) tergaruk razia tim Dinas Sosial, Ketenagakerjaan, dan Transmigrasi serta Satuan Polisi Pamong Praja Tangerang Selatan. Pemkot setempat sudah lama mengincar mereka.

"Kita merazia di dua titik, Serpong, sekitaran Pamulang sampai Ciputat. Sasarannya anak punk dan gepeng," kata koordinator lapangan razia, Yuda, di kantor Dinsosnakertrans Tangsel, di BSD, Banten, Selasa (20/10/2015).

Anak punk dan gepeng sudah lama meresahkan warga. Menurut Yuda, tak sedikit pula warga mengeluhkan perilaku anak punk di angkutan umum.

"Banyak laporan yang mengaku resah karena anak punk melakukan pelecehan terhadap penumpang di daerah Gaplek. Makanya jadi sasaran kita," beber Yuda.

Mayoritas gepeng dan anak punk yang terjaring razia berasal dari luar Tangsel. Belasan Gepeng dan anak punk itu pun rencananya dibina.

"Untuk pengemis dan anak jalanan kita akan bawa yayasan di Pasar Rebi atau Bekasi. Nah, kalau anak Punk ini sementara bakal dibina dulu. Yayasan menolak anak punk," terang Teddy Darmadi, Kasi Sosial Anak, Lanjut Usia, dan Orang Telantar Dinsosnakertrans Tangsel.

Menurut Teddy, alasan yayasan menolak menampung anak punk jalanan lantaran kerap berulah. "Tahun lalu saja laporannya banyak yang merusak fasilitas di yayasan," kata Teddy.

Salah satu yang terkena razia adalah wanita paruh baya yang mengaku bernama Nini Lampir, 85, asal Cirebon. Petugas manganguk Nini saat tengah mengemis di daerah Gaplek.

"Baru sekali Nini kena razia ini," pengakuan wanita paruh baya itu.


(TII)