Setahun Jokowi-JK, Ekonomi RI Bagai Roller Coaster

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 20 Oct 2015 16:01 WIB
1 tahun jokowi-jk
Setahun Jokowi-JK, Ekonomi RI Bagai <i>Roller Coaster</i>
Ilustrasi -- FOTO: Antara/ANDIKA WAHYU

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) genap setahun pada 20 Oktober 2015. Selama satu tahun ini, Jokowi dinilai bagaikan roller coaster dalam membawa ekonomi Indonesia.

Awalnya, kondisi ekonomi Indonesia di awal tahun mengalami keadaan positif, dengan dukungan pemodal asing yang menanamkan modalnya di Indonesia. Namun keadaan itu berubah cepat, ketika The Fed berencana menaikkan suku bunganya. Para pemodal asing langsung melakukan profit taking sehingga membuat kondisi rupiah dan IHSG melemah.

"Makanya saya bilang roller coaster. Di awal pemerintahan bagus, tapi tiba-tiba langsung terpuruk akibat sentimen The Fed," urai Direktur Bisnis Menengah & Korporasi Bank Jatim Su'udi, saat ditemui di Mandarin Hotel, Jakarta, Selasa (20/10/2015).‎

Pemerintahan saat ini‎, urai dia, masih memiliki kekurangan, yaitu komunikasi yang dilakukan pemerintah ke publik sangat buruk, seperti mengumum‎kan kebijakan kenaikan BBM disaat harga minyak mengalami penurunan dan penurunan harga semen. Hal itu memberikan sentimen negatif bagi gerak indeks, dan banyak sektor saham yang mengalami pelemahan.

Indeks melemah dan mata uang‎ kita melemah sampai Rp14.700 per USD. Memang pihak-pihak Jokowi yang mengumumkan kebijakan memiliki keinginan baik, tapi akhirnya menakut-nakuti pasar. Itu yang sangat disayangkan," jelas dia.

Paket kebijakan ekonomi tahap I-IV, menurutnya, telah memberikan sentimen positif bagi gerak indeks dan rupiah, padahal sebelumnya rupiah dan indeks mengalami gejolak yang luar biasa.

"Itu sisi positif dari Jokowi-JK‎, sudah melakukan kebijakan bagus di 2-3 bulan terakhir. Mereka recovery keadaan ekonomi Indonesia dengan luar biasa. Kebijakan ekonomi menguat paling tajam di Oktober ini. Tapi, sangat disayangkan masih banyak pihak yang belum mendukung seluruh keadaan Jokowi," pungkas Satrio.‎


(AHL)