Menang di MA, Ical: Saya Masih Percaya Hukum di Negara Ini

Al Abrar    •    Selasa, 20 Oct 2015 21:42 WIB
golkar
Menang di MA, Ical: Saya Masih Percaya Hukum di Negara Ini
Aburizal Bakrie. Foto: Reno Esnir/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahkamah Agung memutuskan Partai Golkar hasil munas Bali merupakan kepengurusan yang sah. Menanggapi putusan ini, Ketua Umum Partai Golkar Munas Bali, Aburizal Bakrie, mengaku dirinya sudah yakin sejak awal kasasi yang diajukan kubunya bakal dikabulkan MA.

"Kan dari awal saya katakan, saya masih percaya hukum di negara ini, sehingga dengan kemenangan di jalur hukum ini, kita mengambil langkah yang tepat," kata Ical, sapaan Abirzal, di Hotel Darmawangsa, Selasa (20/10/2015) malam.

Tak hanya itu, menurut dia, selama ini kubunya selalu sabar menjalani proses hukum yang berlangsung. Kesabaran itulah yang akhirnya membuahkan kemenangan. 

"Dan sebagai umat yang beragama ini bisa terjadi karena ridho dari Alllah SWT karena kesabaran itu dapat ganjaran dari Allah," lanjutnya.

Ical menambahkan, sebagai pihak yang menang, pihaknya juga bakal merangkul kubu Agung Laksono untuk kembali bersatu dengan nama Partai Golkar. "Ya bakal dirangkul," tukasnya.

Seperti diketahui, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengakui kepengurusan Golkar versi Agung Laksono pada 23 Maret. Yasonna mengambil keputusan itu berdasarkan putusan Mahkamah Partai Golkar bahwa dua hakim mengakui kepengurusan Agung, sedangkan dua hakim tidak memihak.

Golkar kubu Ical lantas menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Putusan PTUN pada 18 Mei adalah menganulir keputusan Yasonna. Salah satu poin putusan PTUN adalah kepengurusan Golkar kembali ke hasil Munas di Riau. Ical merupakan Ketua Umum hasil Munas di Riau.

Yasonna banding putusan PTUN ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN). Putusan PT TUN mengabulkan banding Yasonna sekaligus menguatkan Golkar Agung sebagai pengurus yang sah.

Ical tak berdiam diri. Ia melawan putusan itu dengan mengajukan kasasi.

Konflik Golkar kubu Ical dan Agung sudah bergulir sejak akhir tahun lalu. Musyawarah Nasional mengawali pertarungan dua kubu itu. Agung menolak Munas di Bali lantas menggelar Munas di Ancol.

Munas di Bali menunjuk Ical sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Sedangkan Agung berhasil menjadi Ketua Umum melalui pemilihan.


(KRI)