Penculik Sempat Ancam Bunuh Mahasiswi UI Kalau Tidak Diberi Tebusan

Al Abrar    •    Rabu, 21 Oct 2015 00:28 WIB
penculikan
Penculik Sempat Ancam Bunuh Mahasiswi UI Kalau Tidak Diberi Tebusan
Kapolres Jaksel Kombes Pol Wahyu Hadiningrat dan Kasat Reskrim Polres Jaksel Audie Latuheru---Ant/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelaku penculikan mahasiswi Universitas Indonesia (UI), Safira Permatasari sempat mengancam akan membunuh korban jika keluarga tak dapat memenuhi tebusan. Hal itu disampaikan pelaku melalui pesan singkat yang ditujukan kepada orang tua Safira.

"Iya, kalau enggak mau ngasih tebusan bakal dibunuh," kata orang tua Safira, Fairuz di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2015).

Menurut Fairuz, polisi bekerja cepat dalam menangkap pelaku penculik anaknya. Sebab dalam kurun waktu 24 jam, polisi berhasil menangkap kelima pelaku tersebut.

"Polisi cukup jeli dalam bertindak dan ada koordinasi yang baik," lanjut Fairuz.

Terkait pelaku, Fairuz mengaku mengenal salahsatunya yang kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan tersebut.

"Salah satu pelaku ada yang kami kenal," tukasnya.

Aksi penculikan terhadap Safira berhasil digagalkan anggota Polres Metro Jakarta Selatan, lima orang pelaku ditangkap di Cideng, Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan, aksi penculikan tersebut terbilang nekat. Untuk menculik Safira Permatasari, pelaku sengaja menabrakan mobil yang dikendarai korban.

Wahyu menjelaskan, penculikan tersebut sudah direncanakan sebelumnya oleh lima pelaku sejak dua bulan lalu. Wahyu mengatakan, dalam melakukan penculikan tersebut, pelaku meminta uang tebusan sebesar USD1 juta kepada keluarga korban.

"Korban dilakban dan matanya ditutup untuk dikirim (fotonya) ke keluarga, dan pelaku meminta tebusan USD1 juta," ucap Wahyu.

Wahyu mengatakan selain lima tersangka yang sudah diamankan. Kepolisian masih memburu tersangka lainnya yang disinyalir ikut dalam aksi penculikan tersebut.

Terkait identitas lima pelaku penculikan, polisi belum dapat memberikan informasi lebih banyak. Sebab masih dalam pemeriksaan.


(DEN)