Tersangka Suap MA Ngaku Dana untuk Hakim Agung

- 18 September 2013 19:59 wib
ANTARA/Rosa Panggabean/ip
ANTARA/Rosa Panggabean/ip

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung Djodi Supratman mengakui dirinya hanya menjadi kurir buat mengantar uang yang diberikan Mario Carmelio Bernardo kepada seorang staf kepaniteraan MA bernama Suprapto.

Rencananya, setelah uang diterima Suprapto, uang diserahkan kepada seorang Hakim Agung.

Hal itu disampaikan pengacara Djodi Supratman, Jusuf Sileti di Gedung KPK, Rabu (18/9) petang. "Menurut pengakuan DS, uang (setelah dikumpulkan) akan diserahkan kepada S," katanya usai menemani kliennya menjalani rekonstruksi.

Jusuf kembali menjelaskan, Djodi awalnya hanya menerima permintaan dari Mario Carmelio Bernardo buat menghubungi orang dalam MA. Orang tersebut adalah Suprapto, yang biasa bekerja sebagai panitera.

Kemudian setelah dihubungi, Suprapto menyanggupinya. Sebab, kata dia, setelah dihubungi Djodi, Suprapto mengaku sudah menghubungi AA, ketua majelis hakim persidangan perkara penipuan Hutomo Wijaya Onggowarsito. "Kalau menurut S ke DS, AA menyanggupi," sambungnya.

Jusuf pun menuturkan, memory kasasi atas perkara HWO juga sudah diserahkan Mario kepada DS di kantor Mario, pada 1 Juli 2013, kemudian diserahkan kepada Suprapto. "S bilang memori kasasi sudah masuk, sudah diberikan kepada AA," imbuhnya.

Setelah itu, kata Jusuf, Djodi pun kemudian mengambil uang dari kantor Mario sebanyak tiga kali. Yakni pada 8 Juli, 24 Juli dan 25 Juli dengan total komitmen fee Rp300 juta. "Semua dikumpulkan di DS dulu, baru diserahkan kepada S. Baru mau diserahkan, tapi sudah tertangkap," jelasnya.

Saat ditanya untuk apa uang tersebut, Jusuf menyatakan, uang itu merupakan suap agar MA memberikan vonis pidana kepada Hutomo. "Agar HWO dipidana," tegasnya.

()

Bakal calon presiden dari PDIP, Joko Widodo. -- Surya Perkasa

Teka-Teki Deklarasi Cawapres Jokowi

24 April 2014 21:51 wib

JOKOWI suguhkan teka-teki tentang cawapresnya.