Ungkap Intervensi Pelindo II, Pansus Rapat Tertutup

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 21 Oct 2015 12:37 WIB
pelindodpr ads
Ungkap Intervensi Pelindo II, Pansus Rapat Tertutup
Situasi rapat Pansus Pelindo di DPR RI,--Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigjen (pur) Victor Edi Simanjuntak mengakui ada intervensi dari pejabat negara dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II. Intervensi tersebut membuat pengusutan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino ini terkesan mandek.

Wakil Ketua Pansus Pelindo II, Aziz Syamsuddin meminta Victor mengungkap pihak-pihak yang mengintervensi kasus Pelindo II ini.

"Tadi Bapak bilang ini sudah sesuai hukum acara pidana, clear sudah. Tadi katanya ada intervensi dari pejabat tertentu yang clear itu ada. Saya minta ini dibuka Pak. Kalau perlu tertutup, kita akan lakukan tertutup. Kita akan skors, kita tertutup," kata Aziz dalam rapat Pansus Pelindo II di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan,Rabu (21/10/2015).
 
Aziz menambahkan, "Kita buka-bukaan Pak. Siapa ini yang bermain-main. Biar clear semua."

Menjawab tantangan tersebut, Victor menegaskan akan mengungkapkan pejabat negara yang terlibat dan mengintervensi. Namun ia ingin rapat dilakukan tertutup agar nantinya tidak menimbulkan kegaduhan baru.

"Kita tetap harus menjaga stabilitas negara. Nanti saya akan berbicara atau sampaikan saja. Apa itu ke Pak Aziz atau ke Ibu Rieke (Ketua Pansus Pelindo II)," jawab Victor.

Anggota Pansus Pelindo II tak sepakat jika hanya disampaikan kepada pimpinan pansus. Mereka berpandangan semua anggota dan pimpinan mempunyai hak sama. Mereka meminta Victor mengungkapkan intervensi itu dalam rapat Pansus yang akan digelar tertutup.

"Kita setuju ini disampaikan tertutup. Karena anggota dan pimpinan mempunyai hak yang sama," kata Andreas Eddy Susetyo.

Akhirnya, Rieke Diah Pitaloka yang memimpin rapat memutuskan untuk melakukan rapat tertutup. Keputusan dibuat setelah anggota Pansus Pelindo menyetujui.


(MBM)