Jarak Pandang Hanya 20 Meter

Mufti Sholih    •    Rabu, 21 Oct 2015 12:39 WIB
asap
<i> Jarak Pandang Hanya 20 Meter</i>
Jarak pandang terhalang akibat kabut asap----Ant/ FB Anggoro

Metrotvnews.com, Muara Teweh: Kabut asap akibat kebakaran lahan yang melanda wilayah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, semakin parah. Jarak pandang di wilayah tersebut hari ini kurang dari 30 meter.

Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofikasi Muara Teweh Sunardi mengatakan, jarak pandang permukaan pada Rabu (21/10/2015) pagi sekitar 20 meter, sedangkan jarak pandang vertikal 50 kaki.

"Kabut asap ini bertambah parah dibanding hari kemarin karena angin hanya berkecepatan rendah," kata Sunardi seperti dilansir Antara, Rabu siang.

Titik api sudah tak ada di wilayah ini. Berdasarkan pantauan melalui satelit Terra/Aqua (NASA), Rabu pukul 05.00 WIB, titik panas nihil. "Meski titik panas nihil, kabut asap tetap tebal di daerah ini," ujar Sunardi.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup Barito Utara, Suriawan Prihandi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengujian kualitas udara akibat kabut di dalam kota Muara Teweh. Hasilnya, kualitas udara berbahaya.

"Hasil pengujian kualitas udara yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Badan Lingkungan Hidup setempat hasilnya diketahui saat ini bahwa kualitas udara setempat berbahaya," katanya.

Menurut Suriawan, kondisi kualitas udara ambient untuk parameter seperti NO2, SO2, ­CO, PM10, telah melampaui ambang batas sebagaimana dipersyaratkan. Kondisi ini dapat memberi pengaruh buruk terhadap kesehatan, terutama meningkatnya inveksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Indeks standar pencemaran udara (ISPU) pada kondisi kabut asap di wilayah Kabupaten Barito Utara berada pada posisi 300 lebih atau kategori berbahaya. Suriawan merekomendasikan agar warga mengurangi aktivitas di luar ruangan atau paling tidak menghentikan kegiatan di luar.

"Kalaupun melakukan aktivitas di luar ruangan diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker. Dan kalau tidak bisa meliburkan siswanya paling tidak mengurangi jam belajar untuk anak-anak sekolah serta mengurangi jam kerja," kata Suriawan.

Arief Hidayat, warga Muara Teweh, menuturkan, kondisi ini lebih buruk dari sebelumnya. "Kabut asap pagi ini makin tebal disertai sehingga jarak pandang sangat terbatas dan membuat sesak napas serta mata perih," kata Arief.


(TII)