Mendag Yakin UMKM Siap Bersaing di MEA

Gervin Nathaniel Purba    •    Rabu, 21 Oct 2015 13:55 WIB
mea 2015umkm
Mendag Yakin UMKM Siap Bersaing di MEA
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (kanan) ditemani Mendag Thomas Lembong (kiri) dalam acara Trade Expo (Foto: MTVN/Gervin Nathaniel Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong menilai pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) siap menghadapi sengitnya persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada akhir 2015 atau awal 2016.

Pria yang kerap disapa Tom itu mengaku heran dengan sejumlah pertanyaan yang menanyakan kesiapan pelaku UMKM untuk bersaing pada MEA mendatang. Menurutnya pertanyaan tersebut seolah-olah menunjukkan bangsa Indonesia sudah kalah duluan sebelum memasuki pasar persaingan bebas.

"Tidak pernah mengerti selalu menanyakan seolah ini ancaman, seolah akan kalah dan kebanjiran. saya pribadi terus terang keliling-keliling ke UMKM termasuk para peserta. Semuanya penuh percaya diri. Jadi saya pribadi terus terang menjadi percaya diri atas daya saing kita dalam MEA," ujar Tom Lembong, saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Ia menilai, pelaku UMKM saat ini sudah menghasilkan produk dan jasa yang sangat kreatif dan kompetitif. Namun sayangnya, banyaknya perizinan dan regulasi yang berbelit yang dinilai dapat menghambat pelaku UMKM dalam mengembangkan kualitas produk di waktu-waktu mendatang.

"Terus terang seperti yang diungkapkan sebelumnya kita sering menyulitkan kita sendiri seperti perizinan dan peraturan, tapi itu manfaat deregulasi untuk menghilangkan beban administrasi," jelas Mendag Tom.

Dengan berkurangnya regulasi, ia yakin, pelaku UMKM dapat lebih fokus dalam meningkatkan kualitas produk sehingga pelaku UMKM dapat bersaing dengan penuh percaya diri saat MEA tiba.

"Itu semua tenaga dan waktu yang lebih baik dituangkan dalam hal produksi dan pemasaran. Secara fundamental saya sangat yakin pelaku UMKM kita bisa bersaing tetapi pemerintah kita wajib mendukung baik dengan APBN dan Non APBN," pungkasnya.


(ABD)