Inalum Siap Ambil Alih Saham Divestasi Freeport

   •    Rabu, 21 Oct 2015 14:11 WIB
freeport
Inalum Siap Ambil Alih Saham Divestasi Freeport
Ilustrasi tambang Freeport (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manejemen PT Inalum (Persero) mengatakan siap mengambilalih sebanyak 10,64 persen saham divestasi PT Freeport Indonesia (Freeport) sejalan dengan kemampuan perusahaan mendapatkan pinjaman (rasio leverage) hingga sekitar USD1 miliar.

"Pemegang saham (Kementerian BUMN) sudah menugasi. Jadi kami siap. Sekarang sedang melakukan kajian mendalam untuk merealisasikan pembelian saham divestasi Freeport," kata Direktur Keuangan Inalum Oggy A. Kosasih, seperti dikutip dari Antara, di Gedung Bank BRI, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Menurut Oggy, kemampuan keuangan perusahaan didukung posisi yang saat ini masuk kategori zero debt (tanpa utang), sehingga memiliki kekuatan mengundang lembaga keuangan dan perbankan untuk membiayai pembelian tersebut.

Selain itu, Inalum saat ini juga memiliki dana dalam bentuk tunai (cash in hand) sekitar USD400 juta, sedangkan total aset mencapai USD1,1 miliar. Meski begitu, Oggy tidak merinci lebih lanjut berapa besar komposisi antara pendanaan internal dengan pinjaman bank.

Ia hanya menjelaskan, saat ini pihaknya sedang menunjuk penasihat keuangan yang akan melakukan penghitungan dari nilai saham Freeport.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan sudah menunjuk PT Bahana Securities (Persero) untuk melakukan kajian atas rencana pengambilalihan 10,64 persen saham divestasi Freeport Indonesia.

Menurut Rini, kajian tersebut untuk mungkinan membuka peluang mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan internasional atas penjaminan 9,36 persen saham yang sudah terlebih dahulu dimiliki pemerintah di Freeport. Secara korporasi BUMN siap meningkatkan saham di Freeport Indonesia karena didukung kemampuan keuangan dan perbankan BUMN.

Perlu diketahui, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Perubahan Ketiga atas PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara, mengamanatkan paling lambat 14 Oktober 2015 Freeport sudah harus mendivestasikan lagi sahamnya sebesar 10,64 persen.

"Kami melihat Inalum perlu masuk, karena sejauh ini perusahaan itu belum memiliki tambang, sehingga diharapkan efektif menjadi pemegang saham di Freeport," pungkas Rini.


(ABD)