Gubernur Aceh Duga Penyusup Kompori Warga Aceh Singkil

Dheri Agriesta    •    Rabu, 21 Oct 2015 15:15 WIB
bentrok
Gubernur Aceh Duga Penyusup Kompori Warga Aceh Singkil
Gubernur NAD Zaini Abdullah. Foto: Dheri Agriesta/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Nangroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pertemuan membahas insiden bentrokan warga di Kabupaten Aceh Singkil.  

Kepada wartawan, Zaini menjelaskan kerusuhan yang berujung bentrokan irtu diduga dikompori penyusup. "Mungkin juga ada sesuatu yang nyusup. Kita tahu Aceh sekarang sudah kondusif situasinya. Banyak pihak yang tak suka dengan kondisi ini. Tapi kita harapkan tak demikianlah," kata Zaini setelah di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).

Dugaan ini muncul karena protes terhadap rumah ibadah tanpa izin terjadi 1979 dan tak lagi terdengar hingga akhirnya kerusuhan itu pecah. Zaini mengatakan, sebetulnya jemaah setuju untuk membongkar rumah ibadah yang terdata ternyata tanpa izin. Namun penyusup masuk dan memprovokasi massa untuk saling menyerang. 

Kini, pemerintah setempat dan pihak keamanan terkait telah bertemu dan menelurkan kesepakatan mengamankan daerah tersebut. Polisi, tentara dan Pemkab Aceh Singkil akan terus berkoodinasi terkait pengamanan dan pengawalan kesepakatan itu.

Zaini mengatakan seluruh pihak terkait harus mendisiplinkan diri untuk mematuhi kesepakatan yang telah disetujui. Agar kejadian serupa tak berulang. Dia juga menilai pemerintah pusat serius menuntaskan kasus ini. Bahkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah mengutus Menteri Agama untuk datang ke Aceh.

"Pak Wapres telah memanggil Menag, dan Menag akan datang ke Aceh Singkil di tanggal 23-24 Oktober," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, pembongkaran paksa rumah ibadah oleh sebuah organisasi pemuda di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, berujung bentrok antarwarga, Selasa 13 Oktober. Satu orang tewas dan empat lainnya luka parah.

Sebanyak 2.000 orang bergerak dari Singkil menuju Desa Suka Makmur hendak membongkar satu rumah ibadah di desa itu yang disebut tak mengantongi izin. Namun pembongkaran paksa itu berujung pada pembakaran rumah ibadah di Desa Dangguran.

Seketika, terdengar suara tembakan di lokasi pembakaran rumah ibadah di Desa Dangguran, itu. Satu orang tewas terkena senjata rakitan dari arah Gunung Meriah oleh orang tak dikenal.



(KRI)