Kapolri Ingin Paedofil Dihukum Lebih dari Sekadar Kebiri

Meilikhah, Media Indonesia    •    Rabu, 21 Oct 2015 15:58 WIB
kekerasan seksual anak
Kapolri Ingin Paedofil Dihukum Lebih dari Sekadar Kebiri
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Foto: Arya Manggala/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Aturan hukum kebiri bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak atau paedofil, yang disiapkan dalam bentuk peraturan pemerintah pengganti undang-undang direspons positif banyak kalangan. Termasuk Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Bahkan, Badrodin mengusulkan ada tambahan hukuman lebih berat lagi bagi pelaku. "Diharapkan ada sanksi tambahan. Dalam rapat kemarin didiskusikan kemungkinan kebiri untuk paedofilia karena kejahatan yang berulang harus diberikan efek jera," terang Badrodin di Aula Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2015).

Badrodin tak mau hukuman berat hanya diarahkan kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Dia juga ingin orang tua yang menelantarkan anak harus dihukum berat.

"Penelantaran, kekerasan terhadap anak oleh orang tua juga ada tambahan. Sedang dipertimbangkan, bisa saja hak asuh anak dicabut, sementara tapi harus melalui keputusan pengadilan," jelas Badrodin.

Penanggulangan kejahatan terhadap anak dinilai sudah mendesak dan membutuhkan langkah konkret. Karena itu, Presiden Joko Widodo mempersiapkan perppu yang mengatur tentang perlindungan anak dari kekerasan fisik ataupun seksual yang belakangan marak terjadi di Tanah Air.

Salah satu isi perppu tersebut ialah hukuman pengebirian bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Perppu itu diharapkan bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku.

"Sudah disetujui Presiden, drafnya sedang dibuat. Kita mencari solusi agar memberikan efek jera maksimal," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, seusai rapat terbatas mengenai pencegahan dan penanggulangan masalah kekerasan kepada anak di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Kasus terakhir kekerasan seksual terhadap anak adalah tewasnya PNF, bocah kelas dua SD berusia sembilan tahun. Polisi menangkap Agus Dermawan, tersangka pembunuh PNF. Kepada polisi Agus mengaku mencabuli PNF. 


(KRI)