Polisi dan Mahasiswa UNS Solo Berebut Ban Bekas

Pythag Kurniati    •    Rabu, 21 Oct 2015 17:04 WIB
1 tahun jokowi-jk
Polisi dan Mahasiswa UNS Solo Berebut Ban Bekas
Polisi dan mahasiswa UNS Solo saat berebut ban bekas di Simpang Gladag, Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Aksi unjuk rasa evaluasi satu tahun kepemimpinan Jokowi-JK di Solo, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2015) sempat ricuh. Mahasiswa dan polisi saling dorong berebut ban bekas.

Kericuhan berawal saat massa pengunjuk rasa yang terdiri dari anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berniat membakar ban bekas di kawasan Gladag, Solo. 

Aksi tarik-menarik ban dan bensin pun terjadi antara aparat kepolisian dengan mahasiswa. Saling tarik dan dorong tersebut berlangsung sekitar 15 menit.

Polisi berhasil merebut ban dan botol berisi bensin. Dengan pengeras suara, polisi terus mengimbau massa tidak melakukan pembakaran ban. Polisi bisa mengendalikan peserta unjuk rasa.

Unjuk rasa ini diikuti 50 orang mahasiswa. Aksi diawali longmarch dengan berjalan mundur menempuh jarak sekitar dua kilometer di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya, dari Sriwedari hingga Gladag.

Wakil Presiden BEM UNS, Nurdin mengungkapkan jalan mundur merupakan sindiran terhadap kegagalan kepemimpinan pemerintah saat ini.

“Kami pun melakukan survei kepada seluruh mahasiswa UNS terhadap kinerja pemerintahan Jokowi. Hasilnya 42 persen mahasiswa tidak puas,” ujarnya.

Beberapa tuntutan disuarakan dalam aksi tersebut. Antara lain melakukan usaha perbaikan dan pertumbuhan ekonomi serta membuat kebijakan yang prorakyat. Mereka juga menilai kebijakan politik dan reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah masih kurang.

Para mahasiswa pun mempertanyakan mengenai banyaknya konflik suku, ras, dan agama serta semakin berkembangnya paham radikal.


(SAN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

6 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA