Pansus Persoalkan Pengembalian Dokumen Pelindo oleh Bareskrim

Al Abrar    •    Rabu, 21 Oct 2015 21:57 WIB
pelindo
Pansus Persoalkan Pengembalian Dokumen Pelindo oleh Bareskrim
Suasana rapat Pansus Pelindo bersama Kabareskrim Komjen Anang Iskandar di DPR/Metrotvnews.com/Al Abrar

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Panitia Khusus Angket Pelindo II Sukur Nababan mempertanyakan pengembalian dokumen lain selain dugaan kasus korupsi pengadaan mobile crane kepada Kabareskrim Komjen Anang Iskandar. Pertanyaan disampaikan dalam rapat Pansus Pelindo bersama Kabareskrim di DPR, Rabu 21 Oktober.

"Apakah ada dokumen lain selain soal crane yang disita oleh Polri dikembalikan ke Pelindo," tanya Sukur dalam rapat Pansus Pelindi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/10/2015).

Mendapat pertanyaan tersebut, Anang menegaskan, pihaknya memang mengembalikan dokumen yang disita ke Pelindo selain kasus crane. "Dokumen yang disita oleh Bareskrim di Pelindo II telah dikembalikan kecuali ada kaitan dengan crane," kata Anang.

Mendengar jawaban Anang, anggota pansus lainnya Herman Herry mempersoalkan pengembalian dokumen yang tak ada kaitannya soal pengadaan mobil crane.

"Kenapa dokumen lain yang tak ada kaitannya dengan mobile crane dikembalikan? Kalau hanya dokumen soal crane, tak perlu ada Panitia Angket Pelindo II ini," kata Herman.

Menurut Herman, adanya pengembalian dokumen tersebut membuktikan ada yang ditutup-tutupi Bareskrim. "Dengan pernyataan Anda (Anang Iskandar), Kabareskrim mau tutup-tutupi kasus Pelindo. Kalau ada indikasi dan dugaan pelanggaran hukum, kenapa tidak dibuka," katanya.

Politikus PDI Perjuangan ini juga menegaskan, soal kasus mobil crane yang sedang jalan tak jadi masalah. Sementara ada dokumen lain terkait dugaan korupsi di PT Pelindo II lainnya.

"Kami hargai Anda tak bisa dibuka dan akan didalami. Kalau sudah ditemukan adanya dugaan korupsi, kenapa tak dibuka. Seolah-olah menyederhanakan kasus di Pelindo II," kata Herman.


(OJE)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

1 hour Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA