Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika

   •    Rabu, 21 Oct 2015 22:28 WIB
asap
Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Timika
.Kabut asap. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Metrotvnews.com, Timika: Kabut asap kiriman dari Merauke dan Mappi hingga kini masih mengganggu penerbangan di Bandara Moses Kilangin Timika, Papua.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika John Rettob di Timika, mengatakan akibat gangguan kabut asap dua penerbangan terpaksa mengalihkan rute ke bandara alternatif.

"Pesawat Airfast Indonesia dengan rute Jakarta-Makassar-Timika harus dialihkan ke Biak. Sementara pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Makassar-Timika langsung terbang menuju Jayapura," kata John sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (21/10/2015).

Dia menerangkan Pengalihan rute penerbangan kedua pesawat tersebut lantaran jarak pandang yang sangat terbatas di Bandara Timika pada Rabu pagi hingga siang yang diperkirakan hanya sekitar satu kilometer.

"Sebetulnya kondisi cuaca di Timika sudah semakin membaik hari Selasa (20/10) sehingga penerbangan pesawat Airfast Indonesia dan Sriwijaya Air kembali dibuka. Tapi pada Rabu pagi cuaca kembali memburuk karena kabut asap sehingga dua penerbangan itu dialihkan ke bandara terdekat," jelas John.

Adapun pesawat Garuda Indonesia rute Jayapura-Timika-Makassar-Jakarta pada Rabu petang berhasil mendarat di Bandara Timika saat kondisi cuaca lebih baik.

John menjelaskan bahwa gangguan kabut asap tidak saja mengganggu penerbangan pesawat-pesawat berbadan lebar seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Airfast Indonesia, tetapi juga menghambat aktivitas penerbangan ke berbagai daerah di pedalaman Papua.

Sejumlah rute penerbangan perintis maupun komersial ke pedalaman Papua dari Timika terpaksa dihentikan seperti rute Timika-Kenyam, Timika-Mapenduma, Timika-Ewer dan lainnya.

"Hari ini hingga pukul 08.00 WIT pesawat-pesawat kecil tidak bisa beroperasi karena jarak pandang sangat terbatas. Pesawat-pesawat kecil baru bisa beraktivitas mulai pukul 11.00 WIT setelah jarak pandang sudah mencapai sekitar 600 meter. Padahal biasanya penerbangan perintis mulai beroperasi pukul 06.00 WIT," jelas John.


(SAW)