Tim Draf Kebiri Pelaku Pelecehan Anak Segera Dibentuk

Media Indonesia    •    Kamis, 22 Oct 2015 10:49 WIB
kekerasan seksual anak
Tim Draf Kebiri Pelaku Pelecehan Anak Segera Dibentuk
Aktivis perlindungan membagikan stiker Anti Kekerasan Seksual Pada Anak di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/7/2015). Foto: Prasetia Fauzani/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) segera membentuk tim penyusun draf hukuman kebiri kimia bagi pelaku pelecehan seksual pada anak-anak.

Saat ini pihak KPP-PA masih mempelajari hasil rapat terbatas di Istana Negara pada Selasa 20 Oktober, yang salah satunya memberi lampu hijau pemberlakuan kebiri kimia pada para paedofil.

"Tim penyusun akan dibuat minggu depan. Seluruh jajaran kami masih ikut rapat koordinasi tingkat nasional di Jayapura," kata Sekretaris KPP-PA Wahyu Utomo, saat dihubungi, kemarin.

Salah satu yang dipelajari adalah payung hukum pemberlakuan kebiri kimia. Masalah itu akan diatur dalam bentuk peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

Di sisi lain, sudah ada UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, kata Wahyu, perlu juga memelajari teknis penerapan hukuman tersebut.

Pasalnya, suntikan kebiri kimia harus dilakukan secara berulang. "Sebabnya, efek penurunan hasrat seksualnya tidak permanen. Kami akan mengunjungi negara-negara di Asia yang sudah menerapkan hukuman kebiri, seperti Korea Selatan," ujar Wahyu.

Menteri PP-PA Yohana Yembise menyatakan pemberatan hukuman itu harus sesuai UU. "Karena itu penyusunan penerapan hukuman kebiri tersebut harus dibahas dulu bersama-sama dengan pihak terkait. Draf pembahasan itu akan disusun dalam waktu dekat."

Rencana hukuman kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak mendapat dukungan dari banyak pihak, antara lain Partai NasDem, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

"Selama ini pelaku seksual hanya dikenai Pasal 338, Pasal 340 KUHP, dan Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan hukuman rata-rata 15 tahun. Kalau tidak dikebiri, dia akan mengulangi tindakan itu lagi," kata Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat.


(KRI)