Hari Santri Nasional

Ribuan Nahdliyin Padati Tugu Proklamasi

Wanda Indana    •    Kamis, 22 Oct 2015 11:24 WIB
hari santri
Ribuan Nahdliyin Padati Tugu Proklamasi
Muhaimin Iskandar, Said Aqil, Gatot Nurmantyo, dan Slamet Effendy di Hari Santri Nasional----MTVN/Wanda

Metrotvnews.com, Jakarta: Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) atau nahdliyin memadati komplek Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk merayakan Hari Santri Nasional 2015.

Pantauan Metrotvnews.com, acara dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, Wakil Ketua Umum PBNU Slamet Efendi Yusuf, Sekjen PBNU Helmy Faisal, Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan jajaran pengurus NU, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Perwakilan parpol dan ormas Islam lain juga hadir.

Perayaan Hari Santri Nasional dimulai dengan melantunkan salawat bersama-sama. Setelah itu, penyerahan bendera Merah Putih dan panji NU oleh Said dan Gatot diikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, peranan ulama sangat berpengaruh dalam sejarah perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan seluruh elemen bangsa, termasuk ulama.

"Kemerdekaan kita tidak dilakukan TNI, yang merebut kemerdekaan adalah komponen bangsa, termasuk ulama," kata Gatot dalam pidatonya di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

Sekjen PBNU Helmy Faisal mengatakan, pihaknya mengambil tema 'NKRI Harga Mati' dalam perayaan Hari Santri Nasional tahun 2015. ‎Dia berharap ulama dapat memberikan kontribusi kepada negara.

"Kalau dulu spiritnya melawan tentara sekutu, kalau jihad kita sekarang melawan kebodohan, kemiskinan, ‎radikalisme, radikalisme sesama agama, terorisme," kata Helmy.

Perwakilan pengurus NU dan perwakilan ormas Islam terus berdatangan ke Tugu Proklamasi. Adapun kondisi lalu lintas di Jalan Proklamasi sempat terpantau tersendat. Polisi tampak berusaha mengurai kemacetan.


(TII)