Pelatihan Pembina Kader Bela Negara Resmi Dimulai

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 22 Oct 2015 11:26 WIB
bela negara
Pelatihan Pembina Kader Bela Negara Resmi Dimulai
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Antara Foto/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Pelatihan pembina kader bela negara resmi dimulai hari ini di 45 kabupaten dan kota. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membuka kegiatan ini secara simbolis di Kantor Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Jakarta.

Tahun ini, Kementerian Pertahanan menargetkan mencetak 4.500 pembina kader bela negara. Mereka harus mampu mengaplikasikan pengetahuan bela negara kepada kader dalam pelatihan periode selanjutnya.

"Kegiatan ini bertujuan mewujudkan pembina kader bela negara yang mampu menyelenggarakan pembinaan kesadaran bela negara, mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mampu mensosialisasikan kepada orang lain," kata Ryamizard, Kamis (22/10/2015).

Pelatihan pembina kader bela negara berlangsung sebulan, 22 Oktober hingga 22 Desember. "Jumlahnya 4.500 pembina kader bela negara," ujar dia.

Ryamizard menargetkan dalam 10 tahun, 100 juta rakyat Indonesia ikut pelatihan kader bela negara sehingga dapat melawan dan mencegah rusaknya pertahanan. Perlawanan atau pencegahan melalui soft power, bukan hard power, apalagi wajib militer.

Menurut Ryamizard, berperang tidak selalu mengangkat senjata. Perang melawan narkoba atau pencurian ikan, ia mencontohkan, merupakan bagian dari mencegah rusaknya pertahanan Indonesia.

"Jadi ini (pelatihan bela negara) pada dasarnya banyak berdiskusi, fisiknya paling olahraga. Diskusinya terkait bagaimana kalau ada ancaman dan semuanya dijelaskan. Agar bangsa Indonesia tidak gampang dicuci otaknya terkait kejahatan soft power," kata dia.

Upacara pembentukan pembina kader bela negara serentak di 45 kabupaten dan kota dibuka kepala daerah setempat. Pelatihan pembina kader bela negara dilaksanakan di Markas Kodam masing-masing daerah.

"Lima nilai bela negara, yaitu cinta Tanah Air, rela berkorban untuk nusa dan bangsa, yakin akan kebenaran ideologi Pancasila, sadar berbangsa dan bernegara, serta memiliki kemampuan awal bela negara," ujar Ryamizard.


(TRK)