Menkeu Sepakat Penambahan PSO untuk Commuter Line

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 22 Oct 2015 13:11 WIB
krl
Menkeu Sepakat Penambahan PSO untuk Commuter Line
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengaku telah bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan guna membicarakan mengenai rencana pengajuan Public Services Obligation (PSO) untuk kereta Commuter Line.

Bambang menyatakan pihaknya telah menerima PSO tersebut dari Menhub Ignasius Jonan. Kemudian, pihaknya telah menyepakati pengajuan penambahan PSO, yang kebetulan akan habis masanya pada November 2015. Hal ini juga akan berdampak pada kenaikan harga tiket jika tidak ditindaklanjuti.

Kendati demikian, Menkeu Bambang menjelaskan, dana yang diambil untuk penambahan PSO ini nantinya akan diambil dari anggaran milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini dilakukan disebabkan penyerapan anggaran Kemenhub masih terbilang rendah.

"Nantinya relokasi di Kementerian Perhubungan sendiri. Saya sudah sampaikan ke Pak Jonan. Jumlahnya ya sesuai usulan‎," ujar Bambang, seusai menghadiri Konferensi Auditor Intern Pemerintah Indonesia, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

Sebelumnya, Menhub Ignasius Jonan mengakui sudah menemui Menkeu Bambang Brodjonegoro untuk meminta penambahan subsidi untuk kereta Commuter Line sebesar Rp160 miliar yang akan habis pada November 2015.

Dengan adanya pertemuan itu diharapkan nantinya ada tambahan anggaran untuk Commuter Line. Pasalnya, bila PSO tidak ditambahkan maka berdampak pada harga tiket yang akan dinaikkan. Tentu hal ini tidak diinginkan karena memberi beban kepada masyarakat.

Menurut Jonan, jika harga tiket tidak dinaikkan maka nantinya berdampak pada penurunan pelayanan. Hal ini sangat berbahaya. "Kalau misalnya PSO-nya habis tidak bisa ditambah, tidak bisa ditagih tahun depan terpaksa harga tiketnya naik. Karena kalau tidak naik bahaya sekali, pelayanan bisa turun sekali," pungkas Jonan.


(ABD)