PBNU Minta Pelaku Paedofil Dihukum Mati

Wanda Indana    •    Kamis, 22 Oct 2015 13:12 WIB
kekerasan anak
PBNU Minta Pelaku Paedofil Dihukum Mati
Kiai Said Aqil Siradj dan Kaia Maruf Amin----MI/Abdus Syukur

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menyambut baik usulan pemerintah memberlakukan hukuman kebiri terhadap pelaku paedofil. Namun, Said tidak begitu setuju dengan hukuman kebiri.

"Hukum mati, hukum mati saja," kata Said usai acara perayaan Hari Santri Nasional di Tugu Proklamasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2015).

Said tak memberi penjelasan soal ketidaksetujuannya dengan hukuman kebiri.  

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Ma'ruf Amin mengatakan hukuman kebiri perlu dikaji lagi terkait dengan boleh atau tidak secara syariat.

"Kita nanti akan bahas dari segi fatwa boleh atau tidak. Artinya, orang dikebiri secara syariat boleh apa tidak," kata Ma'ruf.

Hal senada disampaikan Sekjen Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo.

Menurutnya, wacana kebiri kimia masih memerlukan kajian mendalam. Pasalnya, hukuman kebiri kimia belum tentu efektif menghentikan praktik paedofilia.

"Apakah tindakan itu melanggar HAM atau efektif mencegah perbuatan serupa terulang? Semua itu perlu dikaji lebih dahulu," tambahnya.

Staf Ahli Menteri Kesehatan bidang Medicolegal Tri Tarayati juga mengingatkan agar dalam menentukan bentuk hukuman pada seseorang, tidak berlandaskan pada rasa emosional.

"Paedofilia merupakan bagian dari penyimpangan kejiwaan. Ada orang yang menjadi paedofil karena kelainan genetik dan ada juga karena lingkungan," tambahnya.

Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel mengingatkan pemerintah tentang kelemahan hukuman itu.

"Penyuntikan bahan kimia tak cuma sekali. Akibatnya, butuh dana lebih untuk membiayai hukuman jenis itu. Relakah jika APBN dipakai untuk 'merawat' predator? Selain itu, pelaku berpotensi semakin buas dengan cara kekerasan lain," tuturnya.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) segera membentuk tim penyusun draf hukuman kebiri kimia bagi pelaku pelecehan seksual pada anak-anak.

Saat ini pihak KPP-PA masih mempelajari hasil rapat terbatas di Istana Negara pada Selasa 20 Oktober, yang salah satunya memberi lampu hijau pemberlakuan kebiri kimia pada para paedofil.

"Tim penyusun akan dibuat minggu depan. Seluruh jajaran kami masih ikut rapat koordinasi tingkat nasional di Jayapura," kata Sekretaris KPP-PA Wahyu Utomo.


(TII)