Dampak Perlambatan Ekonomi, Pos Indonesia Tidak Pangkas Gaji dan Jumlah Karyawan

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 22 Oct 2015 13:36 WIB
pos indonesia
Dampak Perlambatan Ekonomi, Pos Indonesia Tidak Pangkas Gaji dan Jumlah Karyawan
PT Pos Indonesia (Persero). ANTARA/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pos Indonesia (Persero) tak ‎memangkas gaji atau pun melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan di tengah perlambatan ekonomi. Perseroan lebih memilih melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas karyawan.

‎"Kami tidak ada pemangkasan gaji dan PHK Karyawan. Kita akan efisiensikan semua operasi, dan tingkatkan produktivitas karyawan," kata Direktur SDM dan Umum Pos Indonesia Febriyanto, ditemui di kantor pusat Taspen, Jakarta, Kamis (22/10/2015).

‎Pos Indonesia pun memberikan tantangan khusus‎ bagi setiap pekerja yang sudah tetap maupun outsourcing. Tantangan itu harus bekerja secara efisien dan produktif.

"Kami miliki pekerja tetap 20 ribu orang, dan 10.500 outsourcing. Kerja makin cerdas dan pekerjaan yang dilakukan dua orang bisa dilakukan satu orang.‎ Itu yang kami lakukan pada saat ini," tegas dia.

Contohnya, Pos Indonesia tidak akan merekrut tenaga kerja yang baru untuk menggantikan pegawai yang pensiun. Sebab, perseroan akan memaksimalkan tenaga kerja yang sudah ada.

"Tenaga kerja pensiun kami berdayakan kembali sebagai pegawai kontrak. Sehingga kami ‎tidak perlu tambah pekerja. Kalau pegawai kontrak yang tidak bagus, kami tidak Lanjutkan. Ada pensiun hampir 1.200 orang, diganti hanya 100," jelas dia.

‎Efisien yang dilakukan, tambah dia, lantaran porsi sumber daya manusia (SDM) sangat besar di posisi 56 persen, setelah itu biaya operasi 30 persen, sedangkan sisanya biaya-biaya yang lain.

"Biaya ‎operasi harus ditata ulang, makin pendek dan efisiensi mata rantainya akan berkurang," pungkas Febri.


(SAW)