Tak Berizin, Rumah Ibadah di Tangerang Kota Disegel

Arga sumantri    •    Kamis, 22 Oct 2015 14:02 WIB
penyegelan
Tak Berizin, Rumah Ibadah di Tangerang Kota Disegel
Ilustrasi penyegelan,--Foto: Antara/Dhoni Setiawan

Metrotvnews.com, Tangerang Kota: Rumah ibadah jemaat HKBP di Perumahan Keroncong Permai, Blok DB V, No. 11, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Tangerang Kota, disegel Satpol PP. Selain tidak berizin, keberadaan rumah ibadah itu berpotensi melahirkan konflik antarwarga.

Penyegelan melibatkan banyak petugas. Gabungan satpol PP, Polri, dan TNI. Pantauan Metrotvnews.com, aparat sudah berkumpul sejak pukul 11.00 WIB.

Para jemaat juga menonton proses penyegelan. Tak ada kericuhan, jemaat hanya terlihat sedih.

"Kami diminta menghentikan seluruh kegiatan atau aktivitas keagamaan. Kami diberi surat peringatan. Hingga hari ini dilakukan penyegelan," tutur pendeta Darna Lumban Tobing kepada Metrotvnews.com, Kamis (22/10/2015)

Darna mengatakan, alasan petugas menyegel karena pendirian bangunan tempat ibadah itu belum memenuhi persyaratan administrasi. Meski begitu pihak gereja berserta jemaat telah beraktivitas selama lima tahun.

"Kami punya rekomendasi menggunakan rumah jemaat kami sebagai tempat ibadah sementara dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Tapi nyatanya mengapa sekarang disegel, sekarang harus ibadah di mana? Sudah lima tahun kami nyaman beribadah dengan tenang," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kasi Politik dalam Negeri Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kota Tangerang Kaunang mengatakan, izin rumah ibadah hanya rekomendasi sementara. Selain itu, kondisi lingkungan juga kurang kondusif.

"Masyarakat dari RT dan RW tidak sependapat jika rumah tinggal ini dijadikan tempat ibadah. Kemudian ada demonstrasi besar-besaran dari masyarakat sini pada 14 Oktober. Saya mengindikasikan ada potensi konflik antara masyarakat," tutur Kaunang.

Ia menambahkan, "Akhirnya kami diskusikan dengan FKUB lalu aparat terkait kemudian camat. Bahkan dua camat sekaligus merekomendasikan tidak memberikan izin. Sementara dan juga untuk segera ditutup sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar."


(MBM)