Potensi Kopi Indonesia Masih Besar

Arif Wicaksono    •    Kamis, 22 Oct 2015 14:29 WIB
kopi
Potensi Kopi Indonesia Masih Besar
Ilustrasi biji kopi Arabika. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Senior Analyst KDB Daewoo Securities Dang Maulida menjelaskan bahwa produksi kopi indonesia akan mengalami kenaikan di era pasar bebas. Daya saing yang kuat membuat ekspor kopi indonesia lebih kuat ketimbang negara lainnya.

"Masalah cuaca pengaruhi kopi, namun ekspor kopi mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan dihuni oleh pasar negara Paman Sam," kata dia dalam risetnya di Jakarta, Kamis (21/10/2015).

Dalam data riset Daewoo tampak meskipun produksi kopi mengalami penurunan selama 2012 hingga 2014 angkanya tak sebanding dengan penurunan ekspor indonesia dalam periode yang sama. Hal ini karena sekitar 65 persen produksi kopi indonesia ditujukan untuk ekspor dan sisanya menyasar pasar domestik.

Ekspor Kopi Indonesia selama 2012 hingga 2014 hanya menyusut sebanyak 15 persen, sedangkan produksi kopi indonesia mengalami penurunan sebesar 28 persen dalam periode yang sama.

Penetrasi lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 800 kg per hektare (ha), masih kalah ketimbang brazil dan Vietnam yang mencapai 11.000 kg per ha serta Vietnam yang mencapai 4.000 kg per ha.

Indonesia merupakan negara dengan konsumsi kopi terendah dari Finlandia, Norwegia, Belgia, Austria, Jepang dan USA. Indonesia memiliki 1,1 kg per orang selama setahun sedangkan Finalandia mencapai 11,4 kg per orang setahun, Norwegia dengan 10,6 kg per orang setahun, Belgia 8 kg per orang per tahun.

"Ini menjadi tantangan tersendiri karena kopi bukan budaya orang Indonesia," kata dia. 


(SAW)