KPU Susun Agenda Debat, Timses Wali Kota Surabaya Mengeluh

Amaluddin    •    Kamis, 22 Oct 2015 14:45 WIB
pilkada serentak
KPU Susun Agenda Debat, Timses Wali Kota Surabaya Mengeluh
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya. (Antara/Herma-Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Debat pasangan calon (paslon) pemimpin daerah merupakan satu dari banyak rangkaian tahapan Pilkada. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) mengagendakan debat publik untuk paslon Rasiyo-Lucy Kurniasari dan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana, sebanyak tiga kali.

Debat publik pertama dilaksanakan 30 Oktober, kedua pada 6 November, dan debat terakhir 27 November.

"Saat ini kami tengah menyusun materi debatnya. Kami juga sedang mencari moderator dan panelis yang benar-benar memiliki netralitas tinggi," kata Komisioner KPU Surabaya Divisi Perencanaan, Keuangan, dan Logistik, Miftakhul Gufron, di Surabaya, Kamis (22/10/2015).

Ghufron menegaskan, netralitas panelis terhadap dua paslon yang mengikuti debat publik harus benar-benar dijamin. Tim perumus akan melihat profil-profil calon panelis secara ketat. 

"Maka itu, kami menjalin kerja sama dengan tim perumus yang terdiri dari akademisi, pengamat, hingga tim pemenangan calon. Nanti kami koordinasikan terlebih dahulu supaya mereka melihat profil pengamat atau panelis yang akan dipilih," tandasnya.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Tim Pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetyono, mengeluhkan petunjuk teknis (juknis) skema debat yang dibuat KPU Surabaya. Pasalnya, debat tahun ini berbeda dengan debat pada pemilihan lima tahun lalu.

"Skema debat kali ini tidak ada keriuhan, alat peraga dilarang, kemudian yel-yel dilarang," keluh Didik.

Menurut Didik, pelaksanaan pilkada 9 Desember memberi kesan partisipasi masyarakat ditekan, serta menumpulkan kreativitas tim pemenangan pasangan calon. "Ini pilkada jauh lebih buruk dari lima tahun lalu," katanya.


(SAN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA