Lima Saat Tepat Mencuci Tangan

Pelangi Karismakristi    •    Kamis, 22 Oct 2015 15:34 WIB
kesehatan
Lima Saat Tepat Mencuci Tangan
Suasana cuci tangan massal ribuan orang secara serentak di Yogyakarta. Aksi ini dilakukan di 15 kota lainnya di Indonesia.

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Secara umum dari waktu ke waktu kesadaran masyarakat mencuci tangan memakai sabun terus meningkat. Dampak positif kebiasaan tersebut bagi kesehatan, membantu mencegah kematian, bila dilakukan minimal lima waktu dalam satu hari.

Ketika sedang mandi, sebelum makan pagi, makan siang dan malam, serta setelah dari toilet. Lima waktu tepat mencuci tangan ini disosialisasi dalam edukasi cuci tangan pakai sabun kepada siswa SD dan ibu-ibu PKK di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan sejak 2011 silam, kini telah menjangkau 70 juta tangan. Capain tersebut menjadi tema peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia 2015 yang diperingati dengan cara cuci tangan massal ribuan orang secara serentak di 16 kota di Indonesia pada 15 Oktober 2015, salah satunya di Yogyakarta.

Di kota budaya dan pendidikan tersebut, kegiatan bertajuk 70 Juta Tangan Indonesia Sehat ditandai cap tangan Wagub DIY Sri Paku Alam IX, Kadis Kesehatan DIY dr. RA. Arida Oetami, M.Kes dan Direktur Personal Care PT Unilever Indonesian Tbk. Annemarieke de Haan. Aksi cuci tangan massal menyimbolkan pentingnya kebiasaan mencuci tangan memakai sabun yang terbukti efektif mencegah penyebaran penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan.

"Harapan besar kami makin banyak masyarakat yang teredukasi. Semakin menurun angka kematian akibat penyakit yang dipicu kurang bersihnya tangan, utamanya diare dan infeksi saluran napas. Keberhasilan meraih 70 Juta Tangan Sehat Indonesia bukan akhir dari komitmen Unilever, namun justru memacu kami semakin gencar dan kreatif menggalakkan kebiasaan CTPS di tahun-tahun mendatang," ujar Head of Marketing Skin Cleansing and Body Care PT Unilever Indonesian Tbk. Eva Arisuci Rudjito.

Komitmen yang disampaikannya ini merujuk data UNICEF pada 2013 yang mencantumkan Indonesia sebagai satu dari 15 negara dengan jumlah tertinggi kematian balita akibat diare dan infeksi saluran pernapasan. Jumlah kasusnya memang fantastis, mencapai 29 ribu per tahun.

Selaras dengan temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahwa 10,2 persen balita terjangkit diare. Padahal penyebaran kuman diare dan infeksi saluran pernapasan dapat dicegah dengan mencuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir. Artinya tindakan sesederhana mencuci tangan dengan baik dan benar secara tidak langsung efektif mencegah kematian.

"Beragam aktivitas edukasi akan terus kami lakukan demi meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Bersama Lifebuoy, kita terapkan pola hidup bersih dan sehat serta kebiasaan mencuci tangan memakai sabun di lima saat penting," tutup Eva Arisuci Rudjito.


(LHE)