Menkopolhukam Akan Berkantor di Daerah Bencana Asap

Desi Angriani    •    Jumat, 23 Oct 2015 14:46 WIB
asap
Menkopolhukam Akan Berkantor di Daerah Bencana Asap
Luhut Panjaitan. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan akan pindah kantor ke daerah. Tujuannya agar penyelesaian masalah asap, kebakaran hutan dan lahan lebih efektif.

"Saya akan pindah kantor," kata Luhut di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2015).

Luhut belum bisa memastikan akan pindah ke wilayah Sumatera atau Kalimantan. Presiden Joko Widodo memerintahkan Luhut menyelesaikan masalah asap, kebakaran hutan dan lahan.

Rencana Luhut menemani kunjungan Presiden ke Amerika Serikat pada 25-20 Oktober pun batal. Besok, Luhut harus berada di Kalimantan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

"Beliau tidak jadi berangkat karena harus menyelesaikan dan juga bertanggungjawab di lapangan. Besok beliau ke Kalimantan," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Penanganan bencana asap masuk level kritis. Masih ada 826 titik panas di Pulau Sumatera, 703 titik di antaranya di Sumatera Selatan, 974 titik panas di Kalimantan, dan sejumlah titik panas di Sulawesi dan Papua.


Siswa pulang saat mengetahui sekolahnya diliburkan karena asap di Jalan Adinegoro, Padang, Sumatera Barat, Jumat 23 Oktober 2015. Antara Foto/Iggoy el Fitra

Fahmi Ammar, balita berusia 13 bulan, meninggal setelah kondisi kesehatannya menurun dalam sepekan terakhir. Tempat tinggalnya di Tarakan, Kalimantan Utara, sudah beberapa hari ini diselimuti asap.

M Yusuf, kakek korban, mengaku cucunya itu mengalami gangguan kesehatan pernapasan sejak lahir. Sebelum meninggal, dokter setempat mewanti-wanti agar orang tua menjauhkan Fahmi dari paparan asap.

"Sudah dilarang dokter untuk tidak kena asap. Tapi ya mau bagaimana, asapnya datang sendiri," kata Yusuf di rumah duka di Jalan Bakaru, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan.

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dilaporkan kian pekat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan konsentrasi partikel udara di Palangka Raya Jumat siang 23 Oktober, mencapai level 2089.13 ugram/m3.

Level itu menunjukkan udara di Palangka Raya enam kali lipat melebihi ambang berbahaya yaitu 350 ugram/m3.


(TRK)