Alasan Sopir Truk Sampah Langgar Aturan Bantar Gebang

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 23 Oct 2015 15:50 WIB
sampah jakarta
Alasan Sopir Truk Sampah Langgar Aturan Bantar Gebang
Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gebang. (Foto: MTVN/LB Ciputri Hutabarat)

Metrotvnews.com, Bekasi: Sopir-sopir truk sampah Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta mengakui melanggar aturan saat membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Sampah yang harusnya dikirim pukul 21.00 dibuang pagi hari.
 
Sopir truk sampah, Ade, 36, mengaku mengangkut sampah dari daerah Sunter, Jakarta Utara, pukul 05.00 WIB. Biasanya ia menempuh perjalanan ke Bantar Gebang kurang lebih tiga jam.
 
"Sampai sini (Bantar Gebang) jam 8 atau jam 9. Saya sih jalan pagi buat menghindari macet," kata Ade kepada Metrotvnews.com di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jumat (23/10/2015).
 
Hal serupa disampaikan Rohim, 43. Ia biasa mengakut sampah PD Pasar Jaya pukul 09.00 WIB. Selalu begitu. Rohim mengaku tak tahu peraturan jalur dan jam operasional truk sampah di Bekasi. "Enggak tahu aturannya seperti apa. Dari dulu saya selalu jalan pagi," kata Rohim.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota menjalin kerja sama soal pemanfaatan lahan TPST Bantar Gebang sebagai lokasi pembuangan sampah DKI. Dalam perjanjian disebutkan truk sampah hanya boleh lewat jalan biasa pada pukul 21.00 WIB sampai pukul 05.00 WIB.
 
Di luar jam tersebut truk harus menggunakan Jalan Raya Alternatif Cibubur atau Transyogi. Namun, pada pelaksanaannya masih banyak sopir yang melanggar peraturan. Terakhir ada enam truk yang ditilang Dinas Perhubungan Kota Bekasi karena melanggar aturan operasional.
 
Pelanggaran jam operasional truk sampah itu menjadi salah satu alasan DPRD Kota Bekasi memanggil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. DPRD Kota Bekasi menagih niat baik Pemprov DKI karena ada sejumlah komitmen dalam kerja sama yang tidak direalisasikan.


(FZN)