Indonesia Resmi Menerima Kepemimpinan IORA

Fajar Nugraha    •    Jumat, 23 Oct 2015 15:58 WIB
iora
Indonesia Resmi Menerima Kepemimpinan IORA
Menlu Retno Marsudi terima kepemimpinan Indonesia dalam IORA (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Padang: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, secara resmi menerima kepemimpinan Indonesia dalam Indian Ocean Rim Association (IORA). Indonesia menerima kepemimpinan IORA dari Ausralia.

Kepemimpinan IORA dari Australia yang berpindah ke Indonesia, ditetapkan pada pertemuan Council of Minister di Padang, Jumat (23/10/2015). Indonesia akan menjadi Ketua IORA untuk periode 2015-2017.

"Kita berkumpul di sini hari ini untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan membahas kepentingan kita bersama di Samudera Hindia," disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di sambutan pembukaan COM IORA, dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, yang diterima Metrotvnews.com, Jumat (23/10/2015).

Sebagai Ketua IORA untuk dua tahun kedepan, Indonesia telah menetapkan tema Strengthening Maritime Cooperation in a Peaceful and Stable Indian Ocean.

"Indonesia menyadari pentingnya sumber daya laut, keamanan dan stabilitas, serta kerja sama maritim di Samudera Hindia bagi kesejahteraan masyarakat negara anggota IORA. Untuk itulah Indonesia mengusung tema memperkuat kerja sama maritim di Samudera Hindia yang damai dan stabil," tutur Menlu Retno.

Indonesia bersama Afrika Selatan (Afsel) -yang bertindak sebagai Wakil Ketua IORA periode 2015-2017-, bertekad bekerja sama secara erat dengan seluruh anggota IORA untuk secara aktif menindaklanjuti berbagai proyek dan inisiatif yang ada dibawah enam prioritas bidang kerja sama IORA. Indonesia sebagai Ketua juga menyampaikan beberapa initiatif kerja sama baru guna meningkatkan kapasitas negara negara IORA yaitu antara lain mengadakan IORA Business Innovative Center, kerja sama pendidikan para diplomat negara IORA, dan pelaksanaan Indian Ocean Dialogue ke-3.

"Kerja sama di IORA telah memungkinkan kita untuk menggali sejumlah potensi dan meningkatkan kapasitas negara-negara di kawasan," imbuh Menlu Retno.

Selain berbagai kegiatan dan program untuk memperkuat kapasitas kolektif negara-negara IORA, keketuaan Indonesia juga akan memperkuat kelembagaan IORA dan mendorong regionalisme di Samudera Hindia.  Atas usul dan initiatif Indonesia, negara-negara anggota IORA dalam dua tahun ke depan akan membentuk IORA Concord, untuk dapat diadopsi pada ulang tahun IORA ke-20 tahun 2017.

Dalam kaitan ini dan untuk memperingati 20 tahun berdirinya IORA, Indonesia juga berencana untuk megadakan KTT IORA yang pertama pada tahun 2017. Pertemuan COM IORA mengesahkan tiga dokumen sebagai hasil pertemuan, yaitu Padang Communique, Declaration on Maritime Cooperation in the Indian Ocean dan Decision on the Establishment of an Ad-hoc Committee on the IORA Concord.

Ketiga dokumen tersebut akan menjadi rujukan untuk kerja sama dan kegiatan IORA selama kepemimpinan Indonesia ke depan. Selain itu pertemuan COM di Padang juga telah menerima aksesi Somalia sebagai anggota IORA ke-21.

Sejak 22-23 Oktober 2015, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri Indian Ocean Rim Association (IORA) di Padang, Sumatera Barat. Selain itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah berbagai kegiatan dan pertemuan lainnya yang diselenggarakan oleh IORA sejak tanggal 20 Oktober 2015 termasuk Working Group on Trade and Investment (WGTI), Indian Ocean Rim Academic Group (IORAG) di Padang, dan Indian Ocean Rim Business Forum (IORBF) di Jakarta.

IORA merupakan organisasi regional premier di Samudera Hindia, yang terdiri dari 21 negara anggota dari tiga benua dan tujuh mitra wicara. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi kerja sama antara negara anggota khususnya di enam bidang prioritas antara lain trade and investment, maritime safety and security, fisheries management, Tourism and cultural exchange Disaster management, dan Academics, science and technology cooperation guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan anggotanya.


(FJR)