Menteri Rini Masih Butuh Waktu Bangun Holding BUMN

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 23 Oct 2015 16:02 WIB
holding bumn
Menteri Rini Masih Butuh Waktu Bangun <i>Holding</i> BUMN
Menteri BUMN Rini Soemarno. ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan perusahaan BUMN yang lini bisnisnya sama bisa bergabung dengan holding company. Langkah itu dilaksanakan, agar BUMN bisa lebih kuat dan besar.

Mendengar hal itu, ‎Menteri BUMN Rini Soemarno angkat bicara. Dalam merealisasikan langkah itu, dia mengakui, BUMN bakal membentuk konsep virtual holding company, karena membuat holding membutuhkan waktu yang tidak cepat.

‎"Dengan virtual holding, BUMN yang punya lini bisnis sama seperti Pelindo, maka bisa samakan standar pelayanan dan operasinya, tanpa harus gabung (merger) ke holding," ucapnya, ditemui di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2015).

Saat ditanyakan kapan realisasi konsep holding itu bisa berjalan, Rini enggan menjawabnya lebih jauh. Hal itu dikarenakan, pembentukan holding ini membutuhkan waktu.‎ "Saya mau secepatnya, saya harapkan ada beberapa lah," jelas dia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana membentuk banyak perusahaan gabungan dalam struktur BUMN. Keinginan itu disampaikan langsung Presiden Jokowi. Tujuan dari pembentukan holding, subholding, atau perusahaan patungan, sebut Jokowi, tidak lain hanya ingin menjadikan BUMN Indonesia memiliki skala dan kemampuan yang besar.


(AHL)

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

Kasus KTP-el, KPK Periksa Mayus Bangun untuk Setya Novanto

1 hour Ago

KPK hari ini memeriksa Chief Business Operation PT Astra Graphia IT Mayus Bangun, Astra Graphia…

BERITA LAINNYA